PVMBG Turunkan Status Gunung Tangkuban Parahu Jadi Level I Normal

Bangun Santoso
PVMBG Turunkan Status Gunung Tangkuban Parahu Jadi Level I Normal
Kondisi kawasan wisata Kawah Ratu yang tertutup abu vulkanik akibat letusan freatik Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7). [ANTARA FOTO/Novrian Arbi]

Sebelumnya Gunung Tangkuban Parahu berada di level II atau waspada

Suara.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi Kementrian ESDM menurunkan status Gunung Tangkuban Parahu dari level II Waspada menjadi level I normal.

"Terhitung sejak jam 09.00 WIB saat ini, gunung Tangkuban Parahu diturunkan dari level II waspada menjadi level I normal," kata Kepala PVMBG Kasbani di gedung PVMBG, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, berdasarkan pantauan tim PVMB yang diterjunkan langsung ke kawasan gunung Tangkuban Parahu, tercatat gunung api itu sudah tidak mengalami erupsi lagi dalam kurun waktu sebulan terkahir.

"Dari pantauan kami selama ini sejak satu bulan terkahir itu sudah tidak terjadi erupsi, sudah tidak terjadi lagi dan hanya ada hembusan asap berwarna putih dengan rata-rata 50 meter," katanya.

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental menunjukan aktivitas gunung Tangkuban Parahu mengalami pola penurunan aktivitas vulkanik.

"Dari pemantauan untuk data-data instrumen dari seismik, ukuran gas ini cenderung menurun dan menunjukan energinya sejak 1 Oktober (2019) sampai sekarang energinya menurun dan stabil," dia menjelaskan.

Selain itu, adanya deplasi atau pengempisan dari gunung inti Tangkuban Parahu menunjukan tidak ada indikasi desakan dari bawah gunung. Gas vulkanik dari kawah juga cenderung tidak ada dan di bawah ambang batas.

"Melihat kondisi semua ini, data menunjukan baik data visual ataupun instrumen, gunung ini aktivitasnya cenderung menurun dan stabil, maka pada saat ini 21 Oktober 2019 kita turunkan statusnya menjadi normal," katanya.

Meski sudah berstatus level normal, Kasbani tetap mengimbau agar wisatawan tidak gegabah dan tetap harus-berhati-hati agar tidak mendekati area bibir kawah karena akan membahayakan keselamatan pengunjung.

"Ya itu (wisata) sudah boleh dibuka kembali karena daerah (berbahaya) hanya di dalam kawah. Tapi masyarakat tidak boleh ke wilayah kawah apalagi pada malam hari, karena ada gas juga, tapi siang silahkan," kata dia.

Tercatat, sebelumnya gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi pada 26 Juli 2019 lalu. Setelahnya, letusan kembali terjadi pada 2 Agustus 2019. PVMBG pun menaikan status gunung itu dari level I normal menjadi level II waspada.

Kontributor : Aminuddin

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS