Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Korban Penggusuran Tamansari Bandung Alami Trauma Berat

Bangun Santoso Minggu, 02 Februari 2020 | 13:43 WIB

Warga Korban Penggusuran Tamansari Bandung Alami Trauma Berat
Korban penggusuran Tamansari Bandung mengungsi di lantai dua masjid di daerah itu. (Foto:Suara.com/Emi La Palau)

Akibatnya sejumlah warga dibawa ke psikiater untuk memulihkan kondisi psikisnya usai menjadi korban penggusuran oleh Pemkot Bandung

SuaraJabar.id - Penggusuran yang dilakukan Pemkot Bandung secara paksa terhadap rumah warga Tamansari RW 11 menyisakan trauma mendalam. Di lokasi pengungsian, tepatnya di lantai dua Masjid Al-Islam, salah satu warga, Haidah tampak duduk merenung di pintu masjid sembari melihat bekas reruntuhan rumahnya.

Sesekali ia tampak menyeka air mata dengan lengannya. Saat hendak ditemui, perempuan itu tampak menghindar dan kembali melakukan bersih-bersih lantai masjid.

Setelah penggusuran lalu, sebagian warga terpaksa bertahan dengan mengungsi di lantai dua Masjid Al-Islam Tamansari Bandung. Warga menolak tawaran pemerintah kota yang dinilai kurang kooperatif terhadap warga.

Untuk bertahan warga membangun dapur umum yang digunakan untuk memasak dan menyimpan bahan makanan. Selain itu juga tampak dua tenda darurat yang dibangun yang sempat digunakan untuk menyimpan barang darurat warga.

Di dapur umum, beberapa warga sibuk mempersiapkan makan siang. Kepada Suara.com, salah satu warga, Enok (52) mengaku trauma dengan peristiwa penggusuran yang menimpanya. Ia mengaku ikut terluka akibat terkena cuka. Dengan nada berat ia mencoba menceritakan kejadian berat yang dialaminya itu.

“Pengen rumah, rumah, rumah aja, ibu kan jualan juga, jadi kan gak ngewarung, udah gak ada, jadi bingung penghasilan gak ada,” ujar Enok.

Enok mengeluhkan tidak adanya penghasilan, dan uang saku cucunya untuk sekolah tidak ada, Ia mengaku malu ketika harus minta kepada orang lain.

“Bekel sekolah anak anak, tidak ada, gak mungkin minta malu. Sedih aja, ngak ada. Ga cukup dengan makan saja, kalau kayak gini makan juga males ya kalau kondisi seperti ini,” ujar Enok.

Dengan nada berat, dan mata yang masih berkaca-kaca, Enok menginginkan kerugian yang dialaminya dan warga lainnya bisa diganti dengan layak, disamping juga ingin diperhatikan.

“Inginnya tolong diperhatikan gitu, kerugian diganti dengan layak hak, rumah segitu aja digusur,” ucap dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait