Jadi Barang Langka, Satu Buah Masker di Stasiun Bogor Dijual Rp 10 Ribu

Harga masker biasa sekali pakai yang awalnya hanya Rp 1.000, kini jadi Rp 3.000

Bangun Santoso
Selasa, 03 Maret 2020 | 11:35 WIB
Jadi Barang Langka, Satu Buah Masker di Stasiun Bogor Dijual Rp 10 Ribu
Penjual masker di Stasiun Bogor. (Suara.com/Rambiga)

SuaraJabar.id - Harga masker di kawasan Stasiun Bogor terus merangkak naik. Hal itu karena banyaknya penumpang KRL yang mencari masker tersebut sejak munculnya wabah virus corona atau COVID-19 masuk ke Indonesia.

Seperti dikatakan salah satu penjual, Heri (50). Ia mengaku masker yang dijualnya laris manis diburu penumpang KRL. Tidak hanya kaum hawa, para pria pun tak sedikit yang memburu masker.

"Alhamdulillah banyak yang beli. Sebelumnya saya cuma jual tisu, permen gitu, tapi sejak muncul penyakit itu (virus corona) saya juga jualan masker," kata Heri, ditemui Suara.com, Selasa (3/3/2020).

Melonjaknya permintaan masker pun membuat harga terus merangkak naik. Harga masker biasa sekali pakai yang awalnya hanya Rp 1.000 kini naik menjadi Rp 3.000 dan stoknya pun semakin sulit didapat.

Baca Juga:Pengakuan Penjual Masker: Biasa Rp 20 Ribu Sekotak, Kini Jadi Rp 250 Ribu

"Harga naik dari bulan Januari, udah gitu stoknya susah, kita penjual gak tahu bisa begitu," katanya.

Heri mengaku juga menjual masker dari bahan kain cukup tebal yang harganya mencapai Rp 10 ribu. Meski tergolong mahal, masker di tempatnya tetap laku dibeli para penumpang KRL di Stasiun Bogor.

"Banyaknya cari masker biasa, tapi kan lagi susah, mau gak mau jadi pada beli yang kain. Sehari itu paling banyak bisa jual 50 lembar," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pembeli Indah mengaku memakai masker bukan sertamerta karena virus corona melainkan kebiasaannya jika menaiki KRL.

"Sebenernya bukan karena virus corona juga ya, emang udah antispasi aja sih dari awal virus yang lain juga kan bukan cuma corona aja. Apalagi musim pancaroba gini jadi pakai masker," kata Indah.

Baca Juga:Redam Panik, Pemerintah Singapura Berikan Masker Secara Gratis

Sebagai penumpang KRL yang kontak langsung dengan penumpang lainnya, menurutnya pencegahan agar tidak tertular penyakit yang lebih penting menjaga diri dengan hidup sehat, bukan dari masker.

"Itu sih balik lagi ke kitanya, yang penting sih hidup bersih sehat. Insyaallah aman," katanya.

Lain halnya dengan Indah, Feri warga Bogor yang juga pengguna layanan KRL mengaku cukup khawatir dengan mulai masuknya virus corona di Indonesia.

"Khawatir itu pasti, apa lagi di kereta kan ketemu banyak orang. Tapi yang penting saling menghargai juga dan saling menjaga aja gitu di kereta," kata Heri.

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak