SuaraJabar.id - Harga masker di kawasan Stasiun Bogor terus merangkak naik. Hal itu karena banyaknya penumpang KRL yang mencari masker tersebut sejak munculnya wabah virus corona atau COVID-19 masuk ke Indonesia.
Seperti dikatakan salah satu penjual, Heri (50). Ia mengaku masker yang dijualnya laris manis diburu penumpang KRL. Tidak hanya kaum hawa, para pria pun tak sedikit yang memburu masker.
"Alhamdulillah banyak yang beli. Sebelumnya saya cuma jual tisu, permen gitu, tapi sejak muncul penyakit itu (virus corona) saya juga jualan masker," kata Heri, ditemui Suara.com, Selasa (3/3/2020).
Melonjaknya permintaan masker pun membuat harga terus merangkak naik. Harga masker biasa sekali pakai yang awalnya hanya Rp 1.000 kini naik menjadi Rp 3.000 dan stoknya pun semakin sulit didapat.
Baca Juga:Pengakuan Penjual Masker: Biasa Rp 20 Ribu Sekotak, Kini Jadi Rp 250 Ribu
"Harga naik dari bulan Januari, udah gitu stoknya susah, kita penjual gak tahu bisa begitu," katanya.
Heri mengaku juga menjual masker dari bahan kain cukup tebal yang harganya mencapai Rp 10 ribu. Meski tergolong mahal, masker di tempatnya tetap laku dibeli para penumpang KRL di Stasiun Bogor.
"Banyaknya cari masker biasa, tapi kan lagi susah, mau gak mau jadi pada beli yang kain. Sehari itu paling banyak bisa jual 50 lembar," tambahnya.
Sementara itu, salah satu pembeli Indah mengaku memakai masker bukan sertamerta karena virus corona melainkan kebiasaannya jika menaiki KRL.
"Sebenernya bukan karena virus corona juga ya, emang udah antispasi aja sih dari awal virus yang lain juga kan bukan cuma corona aja. Apalagi musim pancaroba gini jadi pakai masker," kata Indah.
Baca Juga:Redam Panik, Pemerintah Singapura Berikan Masker Secara Gratis
Sebagai penumpang KRL yang kontak langsung dengan penumpang lainnya, menurutnya pencegahan agar tidak tertular penyakit yang lebih penting menjaga diri dengan hidup sehat, bukan dari masker.
"Itu sih balik lagi ke kitanya, yang penting sih hidup bersih sehat. Insyaallah aman," katanya.
Lain halnya dengan Indah, Feri warga Bogor yang juga pengguna layanan KRL mengaku cukup khawatir dengan mulai masuknya virus corona di Indonesia.
"Khawatir itu pasti, apa lagi di kereta kan ketemu banyak orang. Tapi yang penting saling menghargai juga dan saling menjaga aja gitu di kereta," kata Heri.
Kontributor : Rambiga