facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

SMA se-Jawa Barat Mulai Dibuka Hari Ini, Kalau Ada Corona Langsung Ditutup

Pebriansyah Ariefana Selasa, 18 Agustus 2020 | 17:25 WIB

SMA se-Jawa Barat Mulai Dibuka Hari Ini, Kalau Ada Corona Langsung Ditutup
Seorang guru menerima salam dari siswa saat simulasi kegiatan belajar tatap muka di SMPN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2020). [ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang]

Setidaknya ada 71 sekolah di berbagai kecamatan di Jabar yang menerapkan tatap muka dengan protokol kesehatan.

SuaraJabar.id - Sekolah SMA/SMK di Jawa Barat mulai dibuka, Selasa (18/8/2020) hari ini. Siswa melakukan pembelajaran tatap muka.

Setidaknya ada 71 sekolah di berbagai kecamatan di Jabar yang menerapkan tatap muka dengan protokol kesehatan.

"Ada di beberapa daerah seperti Pangandaran, Ciamis, dan Kabupaten Sukabumi. Ini ada juga di Indramayu," ungkap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad di Gedung Sate, Bandung, Selasa (18/8/2020).

Sekolah yang dibuka itu lolos tahapan verifikasi tim gugus tugas COVID-19 Jabar. Hal tersebut menunjukan bahwa fasilitas penunjang protokol kesehatan telah terpenuhi.

Baca Juga: Kemenparekraf Gelar Upacara HUT RI ke-75 di Gunung Papandayan

Di antaranya adalah penyediaan tempat cuci tangan, bangku kelas yang berjarak, hingga pemeriksaan tes swab bagi para guru yang akan mengajar.

Bila terdapat siswa atau guru yang kemudian terbukti terpapar COVID-19, maka sekolah akan kembali ditutup.

"Ketika ada siswa atau guru yang kemudian terpapar COVID-19 maka sekolah itu harus ditutup," ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan, para orangtua siswa yang anaknya bersekolah di 71 sekolah tersebut juga diperkenankan untuk meminta pembelajaran secara daring apabila dinilai masih terlalu rentan melakukan tatap muka.

Meskipun sudah menerapkan tatap muka, namun sekolah-sekolah tersebut tetap berkewajiban menyediakan fasilitas pembelajaran daring.

Baca Juga: Masih Zona Merah, SMA di Surabaya dan Sidoarjo Dilarang Dibuka Besok

"Jadi anak ini (yang memilih daring) tetap harus mendapatkan pendidikan yang sama," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait