alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banyak Penerima PKH Mundur, Mensos Klaim Perekonomian Mereka Membaik

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 17 September 2020 | 17:23 WIB

Banyak Penerima  PKH Mundur, Mensos Klaim Perekonomian Mereka Membaik
Menteri Sosial Juliari P Batubara (kanan) memberikan paket bantuan kepada penghuni penampungan sementara warga terdampak COVID-19 di Balai Rehabilitasi Watunas Mulya Jaya, Jakarta, Senin (11/5/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Hal itu berkat kerja keras pendamping sosial PKH. Mensos optimis target graduasi sebanyak 1 juta KPM pada tahun ini dapat terlampaui.

SuaraJabar.id - Kementerian Sosial (Kemensos) RI mencatat ada 711.126 keluarga penerima manfaat yang mundur dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Menteri Sosial Juliari P Batubara, mengatakan ada beberapa alasan dari mundurnya keluarga penerima manfaat dari PKH. Salah satunya, perekonomian PKM yang membaik setelah menerima manfaat PKH.

"Dari laporan yang saya terima hingga Agustus kemarin sebanyak 711.126 atau 71,1% dari target 1 juta KPM telah mengembalikan kartu KKS karena sudah mampu secara ekonomi," ujar Menteri Sosial saat menghadiri acara Graduasi KPM dan Rekonsiliasi Nasional PKH di Hotel Aston Cirebon, Kamis (17/09/2020).

Dikatakan Juliari, hal itu berkat kerja keras pendamping sosial PKH. Untuk itu, Ia optimis target graduasi sebanyak 1 juta KPM pada tahun ini dapat terlampaui.

Baca Juga: Geram! Kades Buang Daging Bantuan Jokowi ke Jalanan karena Busuk dan Biru

“Ini tak lepas dari kerjasama semua pihak terutama pendamping sosial PKH yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada KPM. Mereka sebagai ujung tombak dari keberhasilan program ini,” katanya.

Lanjut Juliari, mereka yang telah mengundurkan diri slotnya akan digantikan oleh keluarga miskin lainnya yang belum mendapatkan bansos PKH. Oleh karena itu, PKH menjadi program prioritas pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia.

“Sebagai ujung tombak program pengentasan kemiskinan pemerintah terus mempertahankan jumlah penerimanya yaitu sebanyak 10 juta keluarga,” lanjutnya.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Cirebon Jawa Barat, ada sebanyak 6.194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Cirebon, mengundurkan diri dari kepersertaan bansos PKH.

Bupati Cirebon Drs H Imron mengatakan, perubahan mekanisme pencairan bansos PKH dari tunai menjadi nontunai juga sebagai penyebab perubahan pola pikir KPM PKH. Karena dengan menggunakan mekanisme tersebut, masyarakat menjadi faham mengenai perbankan.

Baca Juga: Mendadak Kaya, 40 Warga Sampang Madura Tolak Bantuan Pemerintah

“Karena menggunakan system perbankan, masyarakat jadinya bisa menabung,” ujar Imron, saat menghadiri acara Graduasi KPM dan Rekonsiliasi Nasional PKH di Hotel Aston Cirebon.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait