Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Satu Tewas, Korban Kecelakaan Tol Cipali Lainnya Banyak yang Patah Tangan

Muhammad Taufiq Minggu, 20 September 2020 | 19:04 WIB

Satu Tewas, Korban Kecelakaan Tol Cipali Lainnya Banyak yang Patah Tangan
Petugas saat mengevakuasi bangkai bus yang terlibat kecelakaan tunggal di Km 177 Tol Cipali. (ANTARA/Ho Humas ASTRA Cipali)

"Jumlah korban yang mengalami luka-luka baik ringan maupun berat, sebanyak 14 orang," kata Hendri Afrizal.

SuaraJabar.id - Lima korban kecelakaan tunggal Bus Sudiro Tunggal Jaya Nopol AD 1469 CU di ruas Tol Cipali dari arah Cirebon ke Jakarta, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Lima korban yang mengalami luka-luka tersebut diantaranya Azis Yusuf, Ngaderin, Moh Andri, Rama Prakoso dan Paidi. Kelimanya ini mengalami luka cukup serius.

"Jumlah korban yang mengalami luka-luka baik ringan maupun berat, sebanyak 14 orang. Namun, hingga saat ini yang masih menjalani perawatan intensif di RS, sebanyak 5 orang. Mereka mengalami luka berat," kata Hendri Afrizal Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Barat, Minggu (20/09/2020).

Rata-rata luka yang diderita korban kecelakaan tunggal itu, lanjut Hendri, sebagian korban mengalami patah tulang di bagian tangan.

"Sebagian korban mengalami luka patah tangan, dan akan dilakukan tindakan operasi dari pihak Rumah Sakit Mitra Plumbon, sisanya sudah dibolehkan pulang. Sedangkan satu korban lainya meninggal dunia," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bus Sudiro Tunggal Jaya Nopol AD 1469 CU mengalami Kecalakaan tunggal di ruas Tol Cipali Km 177+800 yang termasuk wilayah Kabuaten Majalengka.

Bus yang mengangkut belasan penumpang itu menyeberang jalur dan terguling melintangi jalan usai mengalami kecelakaan tunggal. Akibat kecelakaan di tol tersebut satu penumpang tewas, tiga orang mengalami luka berat dan belasan lainnya luka ringan.

General Manager Operation ASTRA Tol Cipali, Suyitno, mengatakan kecelakaan terjadi saat bus melintas dari arah Cikopo menuju Palimanan.

"Sesampainya di KM 177 arah Palimanan pengemudi kurang antisipasi, diduga mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan kecepatan kendaraan tersebut. Selanjutnya bus menyeberang dari Jalur A (arah Palimanan) menuju ke Jalur B (arah Jakarta)," katanya.

Kontributor : Abdul Rohman

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait