alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Suara Ini Muncul dari Reruntuhan yang Dibersihkan Anji di Gunung Puntang

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 22 November 2020 | 14:20 WIB

Suara Ini Muncul dari Reruntuhan yang Dibersihkan Anji di Gunung Puntang
Sisa-sisa bangunan Radio Malabar di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung ketika masih ditutupi tumbuhan. [Ayo Bandung/Kavin F]

"Hallo Bandoeng! Hier Den Haag!"

SuaraJabar.id - Aksi musikus Anji Manji bersama rekan-rekannya membersihkan reruntuhan bangunan Radio Malabar di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung menuai kontroversi. Anji dan 37 orang lainnya malah dilaporkan merusak reruntuhan bangunan bersejarah itu.

Sebelum menjadi reruntuhan seperti sekarang ini, di lahan itu pernah berdiri sebuah bangunan megah. Sebuah tempat yang menjadi sejarah hubungan komunikasi dua arah pertama antara Bandung dan Belanda.

Kisah mengenai hubungan telepon antara Belanda dan Bandung ini terekam dalam sebuah lagu berjudul "Hallo Bandoeng" yang ditulis dan dinyanyikan oleh William Frederik Christiaan Dieben alias Willy Derby pada 1929.

Di era itu, lagu Hallo Bandoeng sempat populer baik di Belanda maupun di daerah jajahan mereka, termasuk Hindia Belanda. Belakangan, lagu itu dinyanyikan ulang oleh Wieteke van Dort, seorang perempuan Belanda kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada 1979.

Berbeda dengan versi aslinya, Wieteke van Dort melantunkan tembang itu diiringi oleh lantunan piano. Sedangkan lagu asli Willy Derby yang terekam di sejumlah piringan hitam dilantunkan dengan iringan orkestra.

Di dekade 2010an, tembang tersebut kembali populer usai sebuah program cerita misteri di sebuah stasiun radio swasta di Kota Bandung memasukan lagu ciptaan Willy Derby itu ke salah satu cerita seram mereka.

Awalnya, program itu hanya bercerita mengenai sorang pengemudi taksi yang mendapat orderan untuk menjemput penumpang dari sebuah rumah di bilangan Jalan Cipaganti, Kota Bandung.

Radio Malabar, Gunung Puntang, Kabupaten Bandung. [Ayobandung.com/Dok. Tropenmuseum]
Radio Malabar, Gunung Puntang, Kabupaten Bandung. [Ayobandung.com/Dok. Tropenmuseum]

Deretan rumah di Jalan Cipaganti sendiri kebanyakan dibangun di era kolonial. Tak heran, beberapa rumah masih memasang pelat berisikan nama pemilik lama rumah yang rata-rata merupakan orang berkebangsaan Belanda atau negara Eropa lainnya.

Namun, sang pengemudi taksi menemukan rumah tersebut dalam keadaan kosong. Ia sempat mengira itu adalah order fiktif. Ia lalu mendengar sebuah lagu yang diputar dari piringan hitam. Lagu itu adalah lagu Willy Derby yang berjudul Hallo Bandoeng.

Sejak saat itu, program cerita misteri yang disiarkan tiap malam Jumat ini selalu memutar lagu Hallo Bandoeng di akhir siaran mereka.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait