Hanya berjarak kurang lebih 25 km dari Serpong, Kota Podomoro Tenjo merupakan sunrise properti yang akan booming dan menjadi “The Next Serpong” karena saat ini harga tanah Tenjo yang relatif masih rendah kurang lebih Rp 2,5 Juta/meter akan terus meningkat menyamai harga tanah di Serpong yang berkisar Rp 13-18 Juta/meter.
Assistant Vice President Kota Podomoro Tenjo Zaldy Wihardja mengatakan, keberadaan Kota Podomoro Tenjo diyakini akan menciptakan perekonomian mandiri.
Dia berharap pembangunan Kota Podomoro Tenjo juga akan menciptakan multiplier effect yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai bagian dari pelaku industri di sektor properti tanah air, kami ingin ambil bagian dan berperan aktif sehingga semakin besar kontribusi yang kami berikan untuk perekonomian nasional,” ujarnya.
Baca Juga:Calon Ibu Kota Baru Hadapi Dilema Pengalihan Fungsi Lahan
Dia mengatakan Kota Podomoro Tenjo juga sejalan dengan rencana pemerintah dalam melakukan pemetaan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Jawa Barat.
Pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan Kota Mandiri di wilayah Jawa Barat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024.
“Kami akan terus bergerak untuk menjadi katalisator perekonomian di wilayah Tenjo. Dan hal ini sudah cukup terbukti dengan peminat properti ini sudah mencapai 1.400 orang sejak diumumkan pada Agustus 2020,” katanya.
Adapun, Kota Podomoro Tenjo dibangun pada lokasi strategis di wilayah Tenjo. Dengan pengembangan infrastruktur di wilayah Jawa Barat seperti proyek tol Serpong-Balaraja, proyek properti ini siap menjadi kota mandiri baru.
Kawasan pertemuan tiga kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan ini juga memiliki pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan industri yang cukup tinggi.
Baca Juga:Waduh, Kasus Malaria di Calon Ibu Kota Baru Tahun Ini Naik 30 Persen
Saat ini peminat Kota Podomoro Tenjo sudah mencapai lebih dari 1500 unit. Melalui rencana pembangunan Grand Transit Oriented Development (TOD) yang merupakan satu – satunya TOD yang berada didalam kawasan pengembangan diharapkan dapat mengakomodir mobilitas masyarakat masa kini yang semakin dinamis.