“Ini penyuntikan pertama, awalnya sempat ragu tapi ikhtiar untuk kebaikan. Belum terasa apa-apa (efek), semoga ini bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona dan imun lebih kuat,” ungkapnya kepada Suara.com di lokasi.
Penyuntikan massal kali ini tidak hanya diikuti oleh nakes. Vaksinasi massal ini juga diikuti oleh mahasiswa kesehatan dan tenaga kependidikan dari sekolah kesehatan.
Seperti halnya Salvia Keukeu Fitriani (23), sebagai mahasiswa kesehatan yang sedang mengambol profesi keperawatan di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (Stikep) PPNI Jabar. Ia mengungkapkan pihak kampus memberikan instruksi untuk mengikuti penyuntikan vaksin massal.
“Dari kampus memang disuruh, dianjurkan, semua mahasiswa keperawatan juga disuruh,” ungkapnya.
Baca Juga:DKI Akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Nakes, Ini Syaratnya
Meski ada sedikit keraguan namun ia meyakinkan diri untuk mengikuti vaksinasi. Pasalnya pada Februari mendatang ia akan menjalankan praktek kerja lapangan.
Selain itu, non nakes lainnya Rizky Zaskia (28), berpofesi sebagai guru di salah satu SMK Kesehatan di Bandung Barat, ia mendapat kesempatan vaksin atas rekomendasi dari Portal Informasi Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki).
“Kebetulan ada staf kita yang ada di Patelki, dapat jatah untuk divaksin kita manfaatkan. Jadi tidak tahu kapan akan divaksin sehingga ini kesempatan baik,” ungkapnya.
“Tidak ada keraguan malah berharap ikut (vaksin), namanya vaksin pasti sudah diuji,” imbuhnya.
Baca Juga:Meski Masih Pandemi Covid-19, Kota Bandung Berharap Perhotelan Sumbang PAD