alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ngeri Banget, Ketua MUI Sebut Buzzer Pemakan Daging Saudara Sendiri

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 11 Februari 2021 | 17:10 WIB

Ngeri Banget, Ketua MUI Sebut Buzzer Pemakan Daging Saudara Sendiri
Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Dr M Cholil Nafis [Instagram]

Dari kedua jenis buzzer yang ada saat ini, Ketua MUI justru menilai lebih banyak buzzer negatif dibanding positif.

SuaraJabar.id - Sejumlah pihak mulai angkat suara mengenai keberadaan buzzer. Kekinian, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Dr M Cholil Nafis menyebut buzzer sebagai pemakan daging saudaranya sendiri.

Buzzer mulai menjadi bahan obrolan usai Presiden Joko Widodo mendorong masyarakat untuk aktif menyampaikan kritik dan masukan khususnya pada pemerintah.

Namun, sejumlah tokoh menyambut pernyataan Jokowi itu dengan memintanya menertibkan buzzer yang kerap menyerang warga yang kritis terhadap pemerintah.

Ketua MUI KH Dr M Cholil Nafis menyampaikan beberapa tanggapannya terkait keberadaan buzzer yang dianggap mulai meresahkan. Ia bahkan mengibaratkan buzzer sebagai pemakan daging saudaranya sendiri.

Baca Juga: Bilang Akan Mengkritik Hati-hati, Rocky Gerung Beri Jokowi Sindiran Telak

Secara jelas Cholil dalam wawancana yang tayang di kanal Youtube Hersubeno Point menyebut jika tidak ada definisi jelas terhadap buzzer. Hanya ada dua klasifikasi yang bisa dikategorikan yakni buzzer positif dan negatif.

Dari kedua jenis buzzer yang ada saat ini, Cholil justru menilai lebih banyak buzzer negatif dibanding positif.

“Karena memang definisinya masih kontroversi, tetapi kesannya konotasi di mata orang buzzer itu adalah negatif, karena orang bayaran untuk menyampaikan sesuatu dari orang lain,” jelas Cholil.

Kondisi banyaknya buzzer negatif menurut Cholil bisa dilihat dari perkembangan opini dan isu yang ramai di media sosial. Banyak buzzer yang memberikan penilaian dan pandangannya lebih banyak ke arah pembunuhan karakter seseorang.

Kritik yang diberikan dan berkembang di berbagai media sebagai corong penyebaran informasinya bukan lagi bisa dinilai sebagai substansi kritik namun menyerang orang secara pribadinya. Kondisi inilah yang membuat buzzer saat ini arahnya lebih negatif.

Baca Juga: Soal Buzzer, Denny Siregar: Yang Keluar dari PKS, Kita Wajib Gak Percaya!

“Ketika mengkritik bukan substansi kritiknya yang dikejar, tetapi orangnya yang dibunuh karakternya, ya kita kan kalau imbang apple to apple, sama-sama ngerti kita diskusi kan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait