alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dipopulerkan Vokalis PHB, Milenial Kini Tak Malu Linting Tembakau

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 14 Februari 2021 | 11:30 WIB

Dipopulerkan Vokalis PHB, Milenial Kini Tak Malu Linting Tembakau
Vokalis Pemuda Harapan Bangsa, Nedi (kiri) di store tembakau iris miiknya yang bermerk Paperka di kawasan Sarijadi, Kota Bandung. [Suara.com/Ari Syahril Ramadhan]

Warga kampung adat memiliki keyakinan bahwa daun aren yang dipakai untuk melinting tembakau iris yang dibakar dan dihisap berkhasiat menyembuhkan asma.

SuaraJabar.id - Menghisap tembakau linting kini sudah mulai menjamur di kawasan perkotaan semisal Bandung Raya. Anak kuliahan sudah tidak malu lagi menghisap tembakau linting. Hal itupun berdampak pada laris manisnya penjualan tembakau iris atau TIS saat ini.

Nedi Sopian, 43 tahun, awalnya tak terpikir untuk terjun di bisnis tembakau linting. Ia bercerita awalnya tak sengaja berkenalan dengan tembakau linting.

Semula Nedi giat berkunjung ke beberapa kampung adat pada 2016 silam. Di sana kebanyakan warga di kampung adat terbiasa menikmati tembakau dengan cara dilinting.

Timbul pertanyaan mendasar dalam benak Nedi, kenapa warga di sana tidak terbiasa merokok kretek ataupun filter, dan malah menghisap rokok dengan cara tradisional menggunakan tembakau iris dan dilinting dengan daun aren.

Baca Juga: Diduga Lupa Matikan Dupa, Gudang Tembakau di Sukawati Terbakar

Setelah mendapat jawaban, Nedi paham bukan perkara tembakau linting yang harganya lebih ekonomis, melainkan mereka mempertahankan tradisi menikmati tembakau para leluhurnya dulu dan ternyata mereka meyakini 'ngadu bako' memiliki banyak manfaat.

Nedi pun mendapat informasi yang bersebrangan dengan tulisan yang biasa bertengger di bungkus rokok seperti merokok menyebabkan kanker dan lain sebagainya.

Menurut Nedi, warga kampung adat memiliki keyakinan bahwa daun aren yang dipakai untuk melinting tembakau iris  yang dibakar dan dihisap berkhasiat menyembuhkan asma.

"Ketika daun kawung (aren) ini dicampur dengan daun tembakau yang sudah diiris dan dibakar lalu dihisap itu bisa jadi obat jantung. Ini berkebalikan dengan peringatan bahaya merokok di bungkus-bungkus rokok," bebernya.

Setelahnya, Nedi pun aktif mengkampanyekan menghisap tembakau menggunakan lintingan daun aren. Nedi sehari-hari berprofesi sebagai pemain perkusi salah satu grup musik indie Bandung, Pemuda Hadapan Bangsa (PHB).

Baca Juga: Diajak Mirror Selfie, Tingkah Lucu Anak Kim Kurniawan Disorot Warganet

Dengan latar belakangnya itu membuat sosialisasi tentang tembakau linting mulai dilirik anak muda. Setiap kali ada kesempatan manggung, Nedi pasti berkampanye tentang tembakau linting.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait