alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lubang Hidung Kanan Ridwan Kamil Jadi Lebih Gede Gara-gara Ini

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 23 Maret 2021 | 10:22 WIB

Lubang Hidung Kanan Ridwan Kamil Jadi Lebih Gede Gara-gara Ini
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencuci tangannya sebelum menjalani penyuntikan vaksin, di Puskesmas Garuda, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Ridwan Kami juga mengaku menjalani pola hidup sehat selama masa pandemi Covid-19.

SuaraJabar.id - Sejak awal masa pandemi Covid-19 hingga saat ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku telah berkali-kali menjalani tes Covid-19 menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).

Ia mengatakan sudah hampir 20 kali melakoni tes swab PCR. Sering dites, ia mengaku mengalami perubahan pada hidungnya.

"Saya di PCR mungkin mendekati 20-an, kan ketemu Pak Jokowi, ketemu dengan Pak Wapres, Pak menteri. Jadi kalau melihat hidung saya kanan lebih gede sedikit, mungkin terlalu banyak (alat) swab mengorek-ngorek hidung saya," kata Gubernur yang biasa disapa Kang Emil itu seusai meninjau uji klinis vaksin Sinovac di UPT Puskesmas Garuda, Bandung, Senin (22/3/2021).

Ridwan Kamil juga mengemukakan bahwa pandemi Covid-19 telah memaksanya rutin berolahraga dan memperhatikan konsumsi makanan sehingga tubuhnya menjadi lebih fit.

Baca Juga: Kalah Jauh Dari Anies, Ganjar dan RK; Demokrat Yakin AHY Kejar Ketinggalan

"Saya mau terus terang, selama Covid-19 ini badan saya lebih sehat ya, karena ternyata dipaksa rajin olahraga tiap hari. Saya badminton, berenang, kemudian makan dijaga, kemudian protokol juga sangat ketat, kalau ke Gedung Pakuan contohnya kan harus dites," kata dia.

"Alhamdulillah selama satu tahun terakhir ini tidak ada saya sedikit pun demam," ia menambahkan.

Gubernur mengingatkan warganya agar rutin olahraga serta memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan agar terhindar dari penyakit.

Dia juga mengatakan bahwa kecepatan pelayanan vaksinasi Covid-19 di wilayah Jawa Barat sudah naik dua kali lipat dari 22 ribu menjadi 50 ribu dosis per hari dari target 150 ribu dosis per hari.

"Memang masih jauh dari target, jadi kita lagi memperbanyak lagi (tempat pelayanan vaksinasi)," kata dia.

Baca Juga: Pilihan Milenial, Anies, Ganjar dan RK Mesti Kerja Ekstra Maju Pilpres 2024

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait