alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rumah dan Toko Terbakar, Tentara Kejar Pemuda Cimahi hingga ke Dalam Gang

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 24 Maret 2021 | 19:22 WIB

Rumah dan Toko Terbakar, Tentara Kejar Pemuda Cimahi hingga ke Dalam Gang
Deretan pertokoan di kawasan Tagog Kota Cimahi yang pada 24 Maret 1948 silam pernah dibakar oleh rakyat dan pejuang kemerdekaan. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Rakyat dan pejuang di Kota Cimahi juga terlibat dalam rangkaian Bandung Lautan Api.

SuaraJabar.id - Peristiwa Bandung Lautan Api tidak hanya terjadi di wilayah Kota Bandung. Pada 23 Maret 1946 silam, rakyat Indonesia di Kota Cimahi juga terlibat dalam aksi membumihanguskan kotanya sendiri

Di hari itu, rakyat Kota Cimahi melakukan pembakaran rumah dan bangunan di kawasan Tagog, Cibabat hingga Cimindi. Selain rumah yang berada di pinggir jalan, rakyat bersama para pejuang juga membakar toko-toko.

"Ketika Bandung dibumihanguskan, Cimahi juga menjadi bagian dari aksi lautan api itu. Toko-toko di jejeran Tagog tutut dibakar," ungkap pegiat sejarah, Machmud Mubarok saat dihubungi Suara.com, Rabu (24/3/2021).

Aksi pembakaran oleh rakyat dan tentara itu sebagai taktik agar bangunan itu tidak dijadikan markas pasukan Sekutu dan NICA (Belanda).

Baca Juga: Miris, 2 Anak di Cimahi Putus Sekolah Gara-gara Kecanduan Game Online

Setelah peristiwa Bandung Lautan Api itu, ternyata perjuangan rakyat tidak berhenti di Kota Cimahi. Sebab tepat pada 24 Maret 1946 terjadilah pertemuran 4 hari 4 malam di Cimahi.

Pertempuran itu terjadi di sekitar Penjara Poncol di Kalidam dan Jalan Gatot Subroto, yang memang dulunya dijadikan tangsi Belanda.

Dari tanggal 24-28 Maret, para pejuang Cimahi seperti Daeng Ardiwinata, Detasemen Abdul Hamid, Polisi Tentara FE Thanos, Hijbullah Haji Hadi, hingga Fisabilillah Babakan Santri KH Usman Dhomiri menyerang kamp Sekutu dan Belanda dari berbagai penjuru.

Kekuatan tambahan saat itu datang dari Detasemen Lasiman di Batujajar, Kompi Arifin dan Somantri dari Yon Hutagalung. Senjata yang digunakan saat itu di antaranya senjata rampasan dari Jepang dan molotov untuk membakar bangunan.

"Lalu ditembakan pula mortir kecil Tekidanto yang dioperasikan orang Jepang, yang bergabung ke kubu para pejuang," terang Machmud.

Baca Juga: Diet Kantong Plastik Kota Cimahi Tunggu Evaluasi Gubernur

Namun serangan itu tak membuahkan hasil. Sekutu dan Belanda tidak hancur akibat serangan para pejuang di Cimahi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait