suara mereka

Ceramah Tarawih Tahun Ini Bakal Beda dari Biasanya, seperti Apa?

Ustaz juga diimbau untuk memberikan ceramah yang dapat menyegarkan umat, bukan ceramah yang membangkitkan terorisme.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 08 April 2021 | 13:30 WIB
Ceramah Tarawih Tahun Ini Bakal Beda dari Biasanya, seperti Apa?
ILUSTRASI ceramah Tarawih. [Inibalikpapan]

SuaraJabar.id - Tak seperti tahun lalu, pemerintah mengizinkan umat Islam untuk menggelar salat Tarawih berjamaah selama bukan suci Ramadan. Meski demikian, pemerintah meminta pelaksanaan salat Tarawih berjamaah digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, ustaz yang akan mengisi ceramah Tarawih juga diimbau untuk berceramah secara singkat, tak lebih dari 15 menit. Imbauan itu disampaikan masih dalam rangka kewaspadaan pelaksanaan ibadah Ramadan di tengah pandemi Covid-19.

"Mengurangi durasi, maksimal 15 menit," kata Humas Kemenag Bandung, Agus Saprudin saat dihubungi Suara.com, Rabu (7/4/2021).

Diketahui, pelaksanaan ibadah Ramadan tahun ini lebih longgar dari sebelumnya. Pemerintah, melalui Kementrian Agama, telah mempersilakan pengurus masjid atau musala untuk menyelenggarakan ibadah di dalam masjid, di antaranya salat fardu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, serta iktikaf. Syaratnya, protokol kesehatan (prokes) diterapkan secara ketat.

Baca Juga:Tips Laris Manis Memulai Usaha Online di Bulan Ramadan

Pengurangan durasi cemarah, kata Agus, menjadi bagian dari upaya antisipasi penyebaran pandemi Covid-19 di samping penerapan prokes lainnya seperti pembatasan jumlah jemaah mencapai setengah dari kapasitas masjid, serta pengaturan jarak.

"Ceramah saat tarawih boleh tapi jangan lama-lama. Singkat, ringkas, langsung ke isi," kata Agus.

Agus menegaskan, bagi umat beragama, ibadah merupakan kewajiban. Tapi di samping itu, masyarakat juga penting untuk tetap saling menjaga keselamatan jiwa di tengah pandemi ini.

"Mohon masyarakat dalam pelaksanaan ibadah betul melaksanakan imbauan ini (taat prokes). Kepada seluruh DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) mohon dapat menjalankan anjuran panduan terkait rangkaian ibadah Ramadan di tengah pandemi ini dengan baik," tegasnya.

Agus juga menyinggung ihwal muatan pesan pada setiap ceramah. Lebih baik, katanya, para ustad menyampaikan pesan ceramah yang menyejukkan, sifatnya lebih menjaga kerukunan, menyemangati umat dalam menghadapi pandemi, serta meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan.

Baca Juga:Airlangga Hartarto : Presiden Minta Pengendalian Pandemi Masuki Ramadan

"Kepada ustaz yang ceramah di Ramadan, terutama saat tarawih, mohon isinya yang menyejukkan masyarakat. Bukan ceramah yang membangkitkan terorisme," katanya.

"Agar ibadah berjalan baik tapi keselamatan juga terjaga. Saling bisa menjaga," tandasnya. [M Dikdik RA/Suara.com]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak