alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terciduk Makan di Siang Bolong, Pengunjung Warung Nasi Lari Kocar-kacir

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 21 April 2021 | 04:26 WIB

Terciduk Makan di Siang Bolong, Pengunjung Warung Nasi Lari Kocar-kacir
Sejumlah orang kepergok Satpol PP Kota Tasikmalaya sedang nyemen di sejumlah warung makan, Selasa, 20 April 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

Warga yang lari akibat terciduk tengah makan di siang hari di bulan Ramadhan itu juga ikut dikejar pemilik warung.

SuaraJabar.id - Sejumlah orang yang tengah asyik makan, minum kopi dan merokok di sejumlah tempat makan langsung lari terbirit-birit begitu mengetahui ada petugas Satpol PP melakukan razia.

Mereka lari berhamburan ketika Satpol PP merazia warung makan yang nekat buka siang hari di bulan Ramadhan dan melayani para pembelinya untuk makan di tempat.

Namun, mereka tak berdaya lantaran aksinya melarikan diri dari warung nyemen (buka puasa di siang hari) keburu tertangkap petugas.

Pemilik warung bahkan sempat mengejar orang yang makan lantaran belum membayar makanan yang telah disantapnya.

Baca Juga: Kedapatan Makan Siang di Bulan Ramadhan, 4 Pegawai Bank Ditangkap

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Transtibum)dan Ketentraman Masyarakat (Transmas) Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah mengatakan, razia warung nyemen (warmen) akan terus dilakukan selama bulan suci Ramadan.

"Sesuai edaran Wali Kota Tasikmalaya, seluruh warung makan dilarang buka sebelum pukul 16.00 WIB," ujar Yogi, Selasa (21/4/2021).

Menurut Yogi, pihaknya mendapat banyak laporan masyarakat mengenai keberadaan warung nyemen yang membuat resah dengan aktivitasnya yang buka siang hari di bulan suci Ramadhan.

"Kami data orang-orang yang nyemen dan pemilik warung makannya. Para pemilik warung makan pun diminta membuat penyataan tertulis untuk tidak buka sebelum ketentuan dalam edaran wali kota yakni pukul 16.00 WIB," ucapnya.

Yogi menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bila para pemilik warung makan yang sudah terjaring tetap membandel membuka warungnya siang hari.

Baca Juga: Pindah Agama Kristen, Netizen Julid Salmafina Pernah Mau Pakai Cadar

"Saksinya bisa administrasi atau penyitaan makanan yang dijualnya," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait