Pertahankan Wasiat, Masjid Ini Tak Gunakan Pengeras Suara

Masyarakat di sini tidak keberatan dan meyakini tanpa pengeras suara juga para jemaah akan tetap datang untuk menunaikan ibadah di Masjid Al-Karomah ini.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 21 April 2021 | 15:38 WIB
Pertahankan Wasiat, Masjid Ini Tak Gunakan Pengeras Suara
Masjid Al-Karomah di Purwakarta yang memilih untuk tidak menggunakan fasilitas pengeras suara. [Ayopurwakarta.com]

SuaraJabar.id - Mempertahankan wasiat dari leluhur, Masjid Al-Karomah Purwakarta memilih untuk tidak menggunakan pengeras suara. Meski azan masjid dilantunkan tanpa pengeras suara, tetap banyak jamaah yang datang untuk menunaikan salat di masjid ini.

Tidak ada yang berbeda dari bentuk dan konstruksi Masjid Al-Karomah di Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta dengan masjid lain pada umumnya.

Perbedaan baru terasa ketila azan berkumandang. Jelas terdengar jika azan yang dilantunkan muazin di masjid ini tidak menggunakan pengeras suara.

Salah seorang pengurus Masjid Al-Karomah, Arif Gozali mengatakan, sejak pertama didirikan hingga sekarang masjid ini memang tidak menggunakan fasilitas pengeras suara.

Baca Juga:Sensasi Ngabuburit di Masjid Kabah Kampung Wisata Kota Magelang

Alasannya, masyarakat lebih memilih mempertahankan wasiat dari para pendahulu dibandingkan mengikuti perkembangan zaman. Masyarakat di sini tidak keberatan dan meyakini tanpa pengeras suara juga para jemaah akan tetap datang untuk menunaikan ibadah di Masjid Al-Karomah ini.

"Alasan kedua karena belum dibutuhkan, buktinya tanpa pengeras suara pun para jemaah tetap datang untuk beribadah," kata dia, Rabu (21/4/2021).

Apalagi, lanjut dia, kondisi sosial di kampung ini berlatar belakang pendidikan pesantren yang para pendahulunya banyak menimba ilmu ke Syekh Tubagus Ahmad Bakri atau dikenal dengan nama Mama Sempur, yang dikenal dengan ketasawufannya.

"Masyarakat di sini masih banyak memegang erat nasihat-nasihat dari ulama yang memegang tasawuf itu sendiri," ujar Arif.

Satu per satu para jamaah berdatangan ketika waktu salat tiba, ditandai dengan tabuhan suara bedug yang kemudian azan dikumandangkan tanpa pengeras suara.

Baca Juga:Atasi Kerumunan Pasar Sore, Takmir Masjid Jogokariyan Tak Akan Tambah Lapak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak