alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sudah Ada sejak Zaman Belanda, Ini Jejak Geng Motor di Sukabumi

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 30 Mei 2021 | 14:44 WIB

Sudah Ada sejak Zaman Belanda, Ini Jejak Geng Motor di Sukabumi
Foto klub atau geng motor di Sukabumi zaman Belanda. [KITLV via Soekaboemi Heritages]

Geng motor yang berkembang ke arah kejahatan seperti sekarang memang cenderung baru.

SuaraJabar.id - Geng motor kini tengah menjadi topik pembicaraan hangat di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tak heran, pasalnya dalam sebulan ini terjadi beberapa peristiwa berdarah yang melibatkan geng motor.

Di malam takbiran lalu, seorang ibu mengalami nasib nahas dibacok geng motor saat hendak pulang ke rumah. Ibu itu pun harus merayakan Lebaran di rumah sakit.

Baru-baru ini, geng motor kembali berbuat onar dan menebar teror. Mereka menyerang pemukiman warga di Kelurahan Tipar, Kota Sukabumi. Dalam waktu yang berdekatan, anggota geng motor juga membacok seorang warga Tipar.

Kekinian, perwakilan empat geng motor di Sukabumi yakni XTC, Brigez, Moonraker dan GBR secara simbolis menyerahkan atribut pada polisi sebagai pertanda tidak akan berbuat onar lagi di Sukabumi.

Baca Juga: Pulang Ronda Malam, Darta Tangkap Maling di Rumahnya Sendiri

Masih perlu pembuktian, apakah penyerahan atribut tersebut merupakan bentuk bubarnya mereka di Sukabumi? Atau berhentinya tidak kekerasaan dan pelanggaran hukum oleh para anggotanya atau yang sekadar mengatasnamakan anggota.

Berbeda dengan yang kekinian terjadi, sejarah geng atau klub motor di Sukabumi ternyata memiliki catatan positif. Pengamat sejarah Sukabumi Irman Firmansyah mengulas secara singkat bagaimana kelompok tersebut bermula saat zaman penjajahan Belanda.

Geng Motor Era Belanda

Irman yang juga penulis buku Soekaboemi the Untold Story mengatakan Geng Motor yang berkembang ke arah kejahatan seperti sekarang memang cenderung baru. Dulu, kata Irman, ketika masuknya motor buatan Hildebrand und Wolfmuller German tahun 1893, kendaraan tersebut merupakan barang langka. Namun seiring diimpornya beragam motor sejak tahun 1915, seperti Reading Standard, Excelsior, Harley Davidson, Indian, King Dick, Brough Superior, Henderson, hingga Norton, maka mulai muncul klub motor di Hindia Belanda.

Irman menuturkan klub motor di Hindia Belanda saat itu misalnya Motorfietsrijder te Batavia yang berdiri 1915. Anggotanya sebagian besar adalah pemilik perkebunan termasuk dari Sukabumi. Salah satunya adalah Lageman dan Hoven dari asosiasi perkebunan karet Sukabumi dan Berichi dari Soekaboemische Cuultur Vereeniging.

Baca Juga: Empat Geng Motor Serahkan Atribut, Polisi: Kita Ajak Hijrah

"Iklan-iklan motor semakin banyak, sehingga para pemilik perkebunan lain mulai membeli motor. Misalnya tahun 1920-an, tercatat pemilik motor dengan zispan (sespan) di sebelahnya adalah Anthony Vrossin, pengusaha kapur di Cibadak yang tinggal di Batucuri Ciheulang, seharga f 450 kontan. Itu dicatat dalam koran Bataviaasch Nieuwsblad 5 Februari 1927," kata Irman kepada sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com-Sabtu (29/5/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait