alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Angin Genit Bisa Sibak Rok Perempuan, Warga Diminta Perhatikan Ini saat Keluar Rumah

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 15 Juli 2021 | 11:37 WIB

Ada Angin Genit Bisa Sibak Rok Perempuan, Warga Diminta Perhatikan Ini saat Keluar Rumah
ILUSTRASI rok perempuan, [Timesindonesia.com/goodfon]

Ketika angin besar, kaum perempuan yang mengenakan rok lebar akan kesulitan mengendalikan roknya.

SuaraJabar.id - Setiap Juli hingga Oktober, warga Kabupaten majalengka selalu didatangi angin kumbang atau sering disebut angin lalakina. Angin ini disebut bisa menyibakkan rok perempuan.

Tak ayal, orang tua di Majalengka biasanya meminta anak mereka untuk mewaspadai kehadiran angin lalakina sebelum keluar rumah.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kertajati, Majalengka juga meminta warga untuk mewaspadai munculnya angin lalakina. Pasalnya, angin ini bisa berhembus cukup kencang dan bisa berpengaruh pada kesehatan.

Namun, Tahukah Angin Kumbang Kenapa Disebut Angin Lalakina? Ini Faktanya:

Baca Juga: Waspada! Gelombang Laut Selatan Sukabumi Capai Enam Meter

1. Asal Nama Lalakina

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, bahwa angin kumbang disebut angin lalakina, karena angin yang terjadi di Kabupaten Majalengka ini, bisa sangat besar, bahkan bisa menyingkapkan rok para perempuan bagi yang mengenakan rok lebar.

Ketika angin besar, kaum perempuan yang mengenakan rok lebar akan kesulitan mengendalikan roknya, lantaran akan menyingkap ke atas dan rambut pun kusut tertiup angin. Bahkan, kedua tangan pun akan repot menahan rok yang tersingkap dan wajah 'merem' terkena hempasan angin bercampur debu.

Biasanya kalau sudah angin besar rok tersingkap, ketika ini terjadi dan tengah berjalan kaki, maka kedua tangan sibuk merapihkan rok, sambil membelakangi arah angin seraya mata 'merem'.

Hal tersebut, agar wajah tidak terkena debu. Sehingga banyak yang menyebut angin kumbang itu disebut angin lalakina bagi masyarakat Kabupaten Majalengka.

Baca Juga: BMKG: Suhu Panas Terdeteksi di Lima Titik Pulau Sumba

2. Dampak Angin Kumbang atau Angin Lalakina

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait