alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Laporan ke Wapres Ma'ruf Amin, Ridwan Kamil Berikan Kabar Baik Ini

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:30 WIB

Laporan ke Wapres Ma'ruf Amin, Ridwan Kamil Berikan Kabar Baik Ini
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung. [Antara]

Ridwan Kamil mengatakan persentase masyarakat yang diam di rumah selama PPKM Darurat pun meningkat.

Ridwan Kamil menjelaskan, naiknya kasus aktif di Jawa Barat bermula saat libur idul fitri serta adanya varian COVID-19 delta yang semakin membuat angka kasus tinggi.

Sebelum idul fitri, angka BOR Jawa Barat berada di bawah 30 persen, begitu pun dengan kasus aktif COVID-19 pun masih berada di bawah rata-rata nasional.

"Varian delta COVID-19 tidak bisa dibatasi dengan batasan administrasi sehingga isu naiknya tidak hanya di Jawa Barat tapi di Jawa dan Bali," kata Ridwan Kamil.

Terkait dengan tingkat kepatuhan masyarakat PPKM Darurat, Ridwan Kamil menyebut ada sedikit peningkatan. Khususnya disipin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

Baca Juga: Jokowi Langsung Telepon Menkes Usai Sejumlah Obat Terapi Covid-19 Kosong di Pasaran

"Kita punya aplikasi untuk mengukur kedisiplinan, 670.000 titik melaporkan melalui _handphone_ antara periode selama PPKM ada 4 juta manusia yang terpantau. Hari-hari ini ketaatan menggunakan masker ada di 86 persen menjaga jarak di 85 persen," jelasnya.

Persentase masyarakat yang diam di rumah selama PPKM Darurat pun meningkat. Meskipun berdasarkan indeks mobilitas, masih ada beberapa daerah pergerakannya tinggi pada malam hari khususnya di kawasan industri.

"Kalau kita gunakan teknologi lain, presentase masyarakat yang di rumah meningkat dari rata-rata naik 30 persen yang tidak ke mana-mana," kata Kang Emil.

Di sisi lain, Ridwan Kamil menyebut Pemda Provinsi Jabar akan terus mengakselerasi program vaksinasi. Pasalnya, jika dilihat dari presentase vaksinasi di Jawa Barat masih cukup kurang.

Menurutnya, hal ini dikarenakan kurangnya pasokan vaksin. Sebenarnya sudah ada stok 10 juta dosis yang didapatkan dari Pemerintah Pusat, dari jumlah tersebut 72 persen sudah disuntikkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Luhut Klaim Kasus Covid-19 Menurun, Minta Kepala Daerah Jawa-Bali Tetap Waspada

Hal ini dikarenakan banyak daerah yang ‘menabung’ vaksin untuk suntikan dosis kedua. Oleh karena itu, Ridwan Kamil meminta kepada pemkab/pemkot untuk tidak menunda vaksin kedua.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait