alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nelayan Enggan Melaut karena Takut Cuaca Buruk, Harga Ikan Naik

Ari Syahril Ramadhan Senin, 13 September 2021 | 16:17 WIB

Nelayan Enggan Melaut karena Takut Cuaca Buruk, Harga Ikan Naik
Puluhan kapal nelayan di Cirebon bersandar di muara. Mereka tak berani melaut karena takut cuaca buruk dan gelombang tinggi. [Suara.com/Abdul Rohman]

Ratusan kapal nelayan tampak hanya bisa bersandar di muara dan tidak melakukan penangkapan ikan di tengah laut.

SuaraJabar.id - Perairan Pantai Utara atau Pantura dilanda cuaca buruk dan gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini. Kondisi ini membuat nelayan tak berani berlayar telalu jauh dari bibir pantai.

Bahkan beberapa nelayan memilih untuk tak melaut hingga kondisi perairan bersahabat. Mereka memilih untuk hanya beraktivitas memperbaiki jaring serta membersihkan kapal kapal di muara.

Ratusan kapal nelayan tampak hanya bisa bersandar di muara dan tidak melakukan penangkapan ikan di tengah laut.

Hal ini berdampak pada berkurangnya pasokan ikan dan mengakibatkan harga ikan mengalami kenaikan.

Baca Juga: Ketika Seniman Bicara Soal Pantura: Semarang akan Hilang dari Peta

Tarkim, salah satu nelayan mengaku, meski terpaksa melaut, dirinya hanya bisa mencari ikan sekitar dua hingga tiga kilo meter dari bibir pantai.

Ia tidak berani ke berlayar ke wilayah yang lebih dalam, karena menghadapi angin dan gelombang tinggi, sehingga membahayakan kapal yang berukuran kecil.

"Ga berani ke tengah anginnya kencang, jadi kita lebih memilih di pinggiran. Jadi hasilnya juga sedikit, kalau pengen banyak hasilnya harus ke tengah tapi kan cuacanya lagi buruk," katanya, Senin (13/09/2021).

Hal yang sama dirasakan nelayan lainnya bernama Anto. Ia mengakui semenjak angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan laut Cirebon.

Pasokan ikan menurun, sehingga mengalami kenaikan harga, dari mulai Rp 2.000 rupiah hingga Rp 5000 per kilogramnya/

Baca Juga: Sekeluarga Disambar Petir saat Cuaca Buruk, 14 Orang Tewas

"Pasokan ikan yang didapat sedikit, terkadang kita dipasok dari daerah luar. Otomatis harganya naik, naiknya tidak tinggi, konsumen juga memang lagi sepi," katanya.

Dengan kondisi cuaca buruk seperti ini, membuat para nelayan tidak bisa berbuat banyak. Mereka enggan memaksakan diri untuk melaut, agar tidak terjadi seperti di wilayah Indramayu, terdapat kapal yang karam.

"Melihat kondisi seperti ini, kami hanya bisa berharap, agar cuaca bisa kembali normal dan bisa kembali beraktivitas mencari ikan di tengah laut," katanya.

Terpisah, Direktur Polair Polda Jabar Kombes Pol Widihandoko mengimbau agar para nelayan selalu berhati-hati jika cuaca perairan sedang buruk. Ia meminta para nelayan tidak memaksakan diri untuk mencari ikan di laut.

"Cuaca seperti ini, lebih baik nelayan tidak usah melaut terlebih dulu. Karena kondisinya terlihat sangat membahayakan bagi para nelayan," katanya.

Ia juga berpesan, jika hendak mencari ikan, para nelayan diharapkan untuk mencari ikan di tempat yang dangkal. Agar tidak terhempas oleh ombak yang belakangan ini cukup tinggi.

"Jangan lupa alat keselamatan selalu disiapkan sebelum melaut, dan juga selalu mengecek terlebih dahulu mesin kapal, agar pada saat di perairan tidak terjadi kendala," katanya.

Kontributor : Abdul Rohman

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait