Gunung Selacau Dipercaya Disinggahi Dipati Ukur dan Pasukannya saat akan Menyerang Batavia

Syahbandar mengingat bahwa pertambangan di Gunung Salacau mulai aktif sekitar tahun 1980-an.

Ari Syahril Ramadhan
Sabtu, 02 Oktober 2021 | 06:00 WIB
Gunung Selacau Dipercaya Disinggahi Dipati Ukur dan Pasukannya saat akan Menyerang Batavia
Gunung Selacau di Kabupaten Bandung Barat. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Kemolekan dan keindahan Gunung Selacau Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masa lampau diungkapkan Syahbandar A. Sastrawinata (67).

Dulunya, ia masih ingat betul gunung api purba itu berbentuk kerucut seperti topi caping petani. Tak seperti kekinian yang sudah bopeng lantaran rusak oleh aktivitas penambangan.

Dulunya warga telah memakai lahan Gunung Selacau untuk pertanian. Selain itu banyak pula warga sengaja naik ke puncak untuk sekedar melihat pemandangan keindahan hamparan Kota Cimahi dan Bandung dari ketinggian.

"Di sana dipakai warga masyarakat untuk pertanian seperti, menanam umbi-umbian, pisang, dan pohon Albasia," kata Syahbandar saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca Juga:BRIN Serius Persiapkan Penghentian Reaktor Nuklir Bandung

Bagi tokoh masyarakat itu, Gunung Selacau bukan hanya sekedar gunung api purba. Masyarakat Desa Selacau meyakini gunung tersebut pernah jadi tempat singgah Dipati Ukur dan 10.000 pasukannya ketika akan menggempur VOC di Batavia (Jakarta) pada sekitar tahun 1628.

Menurutnya, rute perjalanan yang ditempuh Dipati Ukur untuk menuju Batavia menyusuri Sungai Citarum, Gunung Salacau di pakai tempat istirahat lantaran satu-satunya gunung di bantaran Citarum.

"Dulu kan belum ada jalan, dari Sumedang mereka menyusuri Citarum dan istirahat di sini," ucapnya.

Dari banyak versi sejarah soal Dipati Ukur, Syahbandar dan masyarakat Selacau meyakini versi sejarah bahwa Dipati Ukur tidak berakhir dengan kematian.

Di Gunung Selacau juga disebut tempat eyang Dipati Ukur menyerahkan baju dan senjatanya kepada salah satu pasukannya yang wajahnya mirip dengan Dipati Ukur.

Baca Juga:Jumpa PSM, Ezra Walian Belum Yakin Bisa Tampil Bela Persib

"Justru pasukan ini yang eksekusi, yang asli tidak," ujarnya.

Selain itu, Syahbandar menyebutkan warga sekitar bahkan luar daerah banyak yang sengaja datang ke Gunung Selacau itu untuk berziarah. Pasalnya gunung itu diyakini jadi tempat singgah (maqam) tokoh besar yang pernah hidup zaman dulu.

"Banyak sengaja datang ke sini untuk ziarah. Kalau dulu saya bersama buyut punya kebiasaan ngabumbang lalu naik ke puncak," paparnya.

Geografiwan T Bachtiar mengatakan, saat perjalanan ke Batavia terdapat beberapa pasukan Dipati Ukur yang sakit ditinggalkan di Gunung Selacau.

"Para prajurit itu lalu membabat alas di sana, terlihat ada pohon pisang (cau) yang tumbuh di antara sela batu. Itulah wilayah tak bernama ini kemudian dinamai Selacau hingga kini," ungkap Bachtiar.

Habis Dilahap Tambang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak