alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kalah Satu Suara, Jenderal Ini Gagal Jadi Panglima TNI

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 05 Oktober 2021 | 12:36 WIB

Kalah Satu Suara, Jenderal Ini Gagal Jadi Panglima TNI
Nama Oerip Soemorhardjo atau Urip Sumoharjo (ejaan baru) diabadikan menjadi nama tempat di Kota Cimahi. Urip Sumoharjo merupakan salah satu Jendral di balik berdirinya Tentara Nasional Indonesia atau TNI. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Pemilihan Panglima TKR pun dilaksanakan pada 12 November 1945. Oreip Soemohardjo kalah tipis dengan silisih satu suara dari Jenderal Soedirman.

Machmud mengatakan, ketika Jepang mengambil-alih kekuasaan Indonesia dari Belanda. Sebagai perwira KNIL, Oerip Soemohardjo pun ditangkap dan ditahan sekitar 3,5 bulan di Cimahi.

Setelah bebas, ia menepi dari hiruk-pikuk militer selama era pendudukan Jepang di Indonesia dengan kembali menjalani kehidupan di vilanya bersama sang istri.

"Ketika Jepang masuk, Pak Urip ditahan di Camp Cimahi tapi sebentar karena dia orang Pribumi walau tentara KNIL. Akhirnya dibebaskan dan pulang ke Jawa Tengah," terang Machmud.

Jasa dan perannya yang begitu besar membuat Oerip Soemoharjdo diabadikan sebagai nama jalan dan sebuah taman di Kota Cimahi. Jalan dan taman Urip berdekatan dengan Jalan Jenderal Sudirman.

Baca Juga: Pesan Muhammadiyah Buat TNI yang Ulang Tahun ke-76: Jangan Salahgunakan Kekuasaan

"Memang jasa dia untuk sejarah TNI sangat besar, yang menjadikannya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Cimahi," pungkasnya.

Tepat hari ini, 5 Oktober 2021 TNI berulang tahun yang ke-76. TKR yang semula dipimpin Urip Sumoharjo hingga Sudirman merupakan cikal bakal berdirinya TNI.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang juga dulunya aktif sebagai prajurit TNI berharap TNI selalu menjadi pasukan terdepan untuk menjaga NKRI.

"Mudah-mudahan TNI dalam mengabdikan dirinya selalu berkelanjutan untuk bangsa dan negara serta menjaga NKRI," ujarnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga: Gubernur Koster Terima Penghargaan, Dinilai Punya Strategi Kendalikan Covid-19 di Bali

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait