alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dukung Kemerdekaan Palestina sejak 1938, NU: Seharusnya Tak Ada Lagi Praktik Penjajahan

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:19 WIB

Dukung Kemerdekaan Palestina sejak 1938, NU: Seharusnya Tak Ada Lagi Praktik Penjajahan
Warga Palestina di sekitar komplek Masjid Al Aqsa [Foto: Antara]

Kami akan terus mengangkat isu Palestina agar menjadi perhatian dan pembahasan dunia, sebut Said Aqil.

SuaraJabar.id - Nahdlatul Ulama menegaskan sikapnya dalam mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

Sikap itu ditegaskan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj di hadapan para duta besar negara-negara Timur Tengah.

“Kami Nahdlatul Ulama tetap bersama Palestina. Itu pasti, tetapi lebih dari itu, kami juga berharap isu multilateral mengenai masa depan (negara-negara) Timur Tengah secara lebih luas ke depan menjadi 'concern' (perhatian, Red.) bersama,” kata Said Aqil ke para dubes di Jakarta, dikutip dari Antara (14/10/2021).

Ketua PBNU turut menyampaikan sikap organisasinya itu sejalan dengan posisi pemerintah.

Baca Juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Piala Dunia Digelar di Israel - Palestina

Pemerintah Indonesia, Said Aqil menegaskan, konsisten menyuarakan isu Palestina di forum-forum internasional, termasuk di antaranya di pertemuan Dewan Keamanan PBB.

“Kami akan terus mengangkat isu Palestina agar menjadi perhatian dan pembahasan dunia,” sebut Said Aqil.

Ketua PBNU, saat menghadiri acara perpisahan Duta Besar Aljazair untuk Indonesia Abdelkader Aziria, di Jakarta, Rabu (13/10/2021), menegaskan sejak Muktamar ke-13 NU pada 1938, dukungan PBNU terhadap kemerdekaan Palestina sampai saat ini tidak pernah berubah.

“Pada era dunia modern abad ini, seharusnya sudah tidak ada lagi praktik penjajahan dan penindasan. Seluruh rakyat dunia seharusnya menjunjung tinggi kemerdekaan dan hak dasar manusia untuk hidup,” kata Said Aqil saat bertemu dengan para dubes negara-negara Timur Tengah.

Di acara perpisahan itu, dubes-dubes yang hadir berasal dari Tunisia, Mesir, Yaman, Oman, Suriah, Sudan, Irak, Libya, dan Mauritania.

Baca Juga: Protes ke Israel karena Sel Dipindahkan, Ratusan Tahanan Asal Palestina Mogok Makan

Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun untuk Indonesia pada acara perpisahan itu tidak menyangsikan dukungan PBNU untuk negaranya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait