Puluhan Warga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak PSI

Ketua DPD PSI Jakarta Utara Darma Utama juga menjanjikan santunan pada korban dugaan keracunan.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 25 Oktober 2021 | 20:34 WIB
Puluhan Warga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak PSI
Ilustrasi nasi kotak. [Antara/Ardiansyah Kumala]

SuaraJabar.id - Puluhan warga warga Koja, Jakarta Utara mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak yang dibagikan oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Nasi kotak yang berisi sayur buncis, telur dan tempe orek yang dibagikan kader PSI tersebut diduga
menyebabkan sejumlah warga keracunan.

Kepala Kepolisian Sektor Koja Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Rasyid mengatakan, sampel nasi kotak tersebut dikirimkan ke laboratorium Polri di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari penyelidikan awal.

"Jadi kita belum melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Nanti dari hasil laboratorium kan ketahuan, misalnya, nasinya ada racunnya kah?Jenis apa? Racun apa?," kata Rasyid kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin (25/10/2021) dikutip dari Antara.

Baca Juga:Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Pacu Ekspansi Bisnis

Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Jakarta Utara meminta maaf atas insiden dugaan keracunan makanan.

Ketua DPD PSI Jakarta Utara Darma Utama juga menjanjikan santunan pada korban dugaan keracunan. Korban merupakan warga Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara.

Darma mengatakan, makanan siap saji itu bagian dari program "Rice Box PSI" yang sudah digelar sejak April 2021.

Sampai hari ini, kata dia, sudah dibagikan lebih dari 300 ribu di seluruh Indonesia. Selama ini, sama sekali tidak ada masalah.

"Kejadian seperti di Kampung Beting itu adalah yang pertama kali,” kata Darma Utama dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Baca Juga:Puluhan Warga Koja Keracunan Nasi Kotak Berlogo Partainya, Ini Kata PSI

Program "Rice Box PSI"melibatkan warung-warung makanan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner yang juga terdampak pandemi, sebagai penyedia atau pemasok.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak