Ada Kemiskinan Ekstrem di Lumbung Padi, Pemkab Cianjur: Tingkat Pendidikan Rendah

Sebagian warga ada berstatus ekonomi cukup mampu dengan penghasilan di atas Rp 500 ribu per bulan, tetapi lebih senang ikut berebut mendapatkan bantuan sosial.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 02 November 2021 | 20:16 WIB
Ada Kemiskinan Ekstrem di Lumbung Padi, Pemkab Cianjur: Tingkat Pendidikan Rendah
Bupati Cianjur Herman Suherman. [Suara.com/ Fauzi Noviandi]

Tidak hanya fokus pendidikan formal bagi santri di setiap ponpes yang ada, pihaknya juga akan menggenjot angka rata-rata pendidikan sekolah bagi warga di masing-masing kecamatan, sebagai upaya memberantas kemiskinan ekstrem kelima di Jabar yang disandang Cianjur, kejar paket A sampai C akan digencarkan untuk meningkatkan SDM warga hingga pelosok.

Berbagai program pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem akan dibarengi dengan kegiatan langsung yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk membuka lapangan usaha dan membantu permodalan bagi mereka yang sudah mendapat pelatihan karena selama ini, banyak ditemukan mereka yang sudah mendapat pelatihan, tidak dapat mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan.

Selama ini, pelaku UMKM di Cianjur, mengaku masih mengalami berbagai kesulitan, terutama terkait promosi dan pemasaran produk yang mereka hasilkan masih belum memiliki ruang yang cukup untuk pemasaran baik di tingkat lokal maupun luar daerah hingga luar negeri karena setelah mendapat pelatihan, pihak dinas atau pemerintah daerah terkesan lepas tangan.

Permasalahan promosi dan pemasaran tersebut juga akan diberi jalan keluar agar mereka yang sudah berusaha dapat bangkit dari kemiskinan ekstrem.

Baca Juga:BEM KM Unmul Sebut Maruf Amin Patung Istana: Ini Bentuk Kritik Kami

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak