alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seorang Anak di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan, Kuku Jarinya Dicabut

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 03 Desember 2021 | 13:58 WIB

Seorang Anak di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan, Kuku Jarinya Dicabut
Anak korban kekerasan yang kuku jari kakinya dicabut dan ada bekas sundutan rokok dekat bibirnya. [Sukabumiupdate.com/Istimewa]

Eko membenarkan kalau kuku jari kaki anak tersebut ada yang mencabut dan ada bekas sundutan rokok pada bibirnya.

SuaraJabar.id - Seorang anak berusia 12 tahun di Sukabumi menjadi korban tindak kekerasan. Ia harus mendapat penanganan medis dari Puskesmas Tegalbuleud untuk mengobati luka-luka di tubuhnya.

Dari keterangan petugas Puskesmas Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, bocah tersebut kuku jari kakinya dicabut dan ada bekas sundutan rokok dekat bibirnya.

"Sudah diobati, sudah ditangani," jelas Kepala Puskesmas Tegalbuleud Subarjo kepada Sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com, Jumat (3/12/2021).

Lebih lanjut, perawat Puskesmas Tegalbulued Eko menyatakan, pemeriksaan dan pengobatan dilakukan pada Kamis (2/12/2021) malam. Menurutnya, pihak puskesmas datang langsung ke rumah anak tersebut dengan didampingi pihak kecamatan.

Baca Juga: Viral Video Ayah Cekoki Balita Dengan Rokok di Luwu Utara

Eko membenarkan kalau kuku jari kaki anak tersebut ada yang mencabut dan ada bekas sundutan rokok pada bibirnya.

"Kukunya yang dicabut sebanyak tujuh. Kuku kaki yang sebelah kanan tiga, yang kuku kaki sebelah kiri empat. Tidak ada infeksi, tidak ada apa-apa. Yang diwajah benar itu kena rokok," jelasnya.

Kendati sudah diobati namun Puskesmas Tegalbuleud masih melakukan pemantauan.

"Masih dipantau untuk kondisi kesehatannya," jelas Eko.

Sebelumnya, seorang anak berusia 12 tahun pulang ke rumahnya dengan kondisi jari kuku kakinya dicabut dan ada bekas sundutan rokok dekat bibirnya, Rabu (1/12/2021) sore.

Baca Juga: Sama Kocaknya dengan Orangtuanya, 7 Potret Anak Komika yang Menggemaskan

Anak tersebut tinggal bersama kakeknya karena yatim piatu. Selain itu, anak itu mengalami keterbelakangan mental.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait