Kelola Pasar, BUMDes di Bogor Bisa Raih Omzet Rp 800 Juta

Ada beberapa BUMDes di Kabupaten Bogor yang mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp 100 juta per tahun.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 06 Desember 2021 | 11:55 WIB
Kelola Pasar, BUMDes di Bogor Bisa Raih Omzet Rp 800 Juta
Bupati Bogor, Ade Yasin saat berkunjung ke Bojongkulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/12/2021). [ANTARA/HO-Pemkab Bogor]

SuaraJabar.id - Sebuah Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes di Kabupaten Bogor bisa meraup omzet senilai hampir Rp 800 juta.

BUMDes tersebut adalah BUMDes Teladan Mandiri yang bergerak di bidang pengelolaan pasar, jasa pengiriman, hingga grosir.

"Omsetnya hampir Rp800 juta dengan aset Rp1 miliar, sehingga bisa berkontribusi untuk PADes Bojongkulur sebesar Rp100 juta. Mudah-mudahan ke depan omset Bumdes bisa lebih banyak lagi," Perwakilan Bumdes Bojongkulur Teladan Mandiri Rahman Gunardi dikutip dari Antara, Minggu (6/12/2021).

Kinerja BUMDes Teladan Mandiri dan beberapa BUMDes lain di Kabupaten Bogor mendapat apresiasi dari Bupati Bogor Ade Yasin.

Baca Juga:Geger Chef Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Hotel di Batam

Menurutnya, ada beberapa BUMDes di Kabupaten Bogor yang mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp 100 juta per tahun dan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa atau PAD. Salah satunya BUMDes Bijongkulur yang memiliki usaha penginapan.

"Meskipun hotel yang dikelolanya tidak besar tetapi ini sesuatu yang perlu dicontoh oleh daerah lain. Jangan pelit membagikan ilmu dan harus terus membagikan ilmunya untuk desa-desa lain," ujarnya.

Bumdes Bojongkulur merupakan satu dari enam Bumdes berkategori mandiri di Kabupaten Bogor, sisanya yaitu 16 Bumdes barkategori maju, 63 Bumdes berkembang dan 331 Bumdes berkategori dasar.

Ade Yasin mengatakan upaya Pemkab Bogor dalam memajukan setiap Bumdes di wilayahnya merupakan ikhtiar dalam mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera.

"25 Bumdes sudah memperoleh keuntungan termasuk Bumdes Bojongkulur keuntungannya mencapai Rp 100 juta, dan 18 Bumdes sudah berkontribusi terhadap perekonomian desa," kata Ade Yasin.

Baca Juga:Masjid Bangunan Kuno Berusia Satu Abad di Bogor Dipugar Senilai Rp4,5 Miliar

Ia menekankan bahwa pengelola Bumdes harus kreatif dalam menggali potensi ekonomi di wilayah desanya masing-masing, baik itu pariwisata, produk lokal UMKM dan lain-lain.

"Gali potensi ekonomi di masing-masing desa tidak hanya dari pariwisata saja, misalnya persampahan juga bisa melalui pengelolaan iuran sampah dikerjasamakan dengan DLH. Apapun bisa dijadikan potensi pemasukan untuk Bumdes," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak