"Yang kedua, Museum Gedung Sate ini telah menerapkan dan memberikan fasilitas berupa layanan digital berbasis media interaktif, seperti Augmented Reality, Virtual Tour, ada juga rekaman audio visual mengenai suatu peristiwa yang disuguhkan untuk pengunjung," tambahnya.
Selain itu, kata Pak Uu, Museum Gedung Sate dilengkapi fasilitas yang dapat menarik minat masyarakat, yakni teater proyeksi 4D dan kafe yang menyajikan kopi dari Jabar.
"Ini adalah salah satu ikhtiar kami, Pemprov Jawa Barat, yang diawali oleh Kang Aher (mantan Gubernur Jabar), dilanjutkan oleh kami dan ini mudah-mudahan bermanfaat dan maslahat, khususnya bagi masyarakat Jawa Barat," ujarnya.
Pak Uu pun mengapresiasi Museum Expert Designer Adviser Ade Garnadi dan tim yang telah merancang Museum Gedung Sate secara detail dan menarik.
Baca Juga:Pembunuh Transpuan di Kemayoran Ditangkap di Apartemen Gateway Cicadas Bandung
Ia pun berharap perancang Museum Gedung Sate dapat menghadirkan museum pesantren Jabar.
"Pondok pesantren kan banyak yang unik-unik. Ada pesantren yang tanpa speaker, ada pesantren yang tanpa bangunan megah dan lainnya." tuturnya.
"Jadi kenapa tidak, setelah Gedung Sate punya museum dan sukses. Ya, pesantren di Jawa Barat pun harus punya museum. Ini masukan saja," tambahnya.