facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengintip Gedung Tempat Dansa-dansi Tentara Kolonial dan Noni-noni di Cimahi

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 23 Januari 2022 | 06:00 WIB

Mengintip Gedung Tempat Dansa-dansi Tentara Kolonial dan Noni-noni di Cimahi
Gedung The Historich di Kota Cimahi yang duluna bernama Societeiet voor Officieren. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Ia menduga arsitekturnya adalah Kapten der Genie Fischer bersama asistennya VL Slors, yang memimpin pembangunan Garnizun di Cimahi.

Kini Gedung The Historich kerap digunakan untuk ajang pernikahan, pertemuan, pameran UKM, seminar, dan lainnya. Gedung tersebut bukan dikelola Pemkot Cimahi.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Nursaleh mengatakan, Gedung The Historich menjadi salah satu kandidat untuk dikaji menjadi cagar budaya tahun ini.

"Tahun ini kami targetkan hanya satu yang akan dijadikan cagar budaya. Yaitu The Historich atau Stadion Cimahi," terangnya.

Dikatakannya, sejauh ini di Kota Cimahi baru ada dua objek yang sudah ditetapkan menjadi Cagar budaya melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota, yakni Penjara Poncol dan Rumah Sakit Dustira.

Baca Juga: Ribuan Tenaga Honorer di Cimahi dan Bandung Barat Terancam Jadi Pengangguran

"Kalau dugaannya di Cimahi itu ada sekitar 51 objek Cagar budaya," ucap Nursaleh.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait