Pedagang Gorengan Pilih Tak Pakai Minyak Goreng Murah Karena Malah Berpotensi Bikin Rugi, Ini Sebabnya

"Kalau saya ikut antre (minyak goreng) di minimarket, nanti waktu jualannya enggak ada," ujar seorang pedagang gorengan di Cimahi.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 02 Februari 2022 | 12:13 WIB
Pedagang Gorengan Pilih Tak Pakai Minyak Goreng Murah Karena Malah Berpotensi Bikin Rugi, Ini Sebabnya
Penjual gorengan di Kota Cimahi terpaksa membeli minyak goreng di atas HET karena kesulitan memperoleh stok minyak goreng satu harga. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Sejulmah penjual gorengan di Kota Cimahi menceritakan bertapa sulitnya mendapatkan minyak goreng satu harga Rp 14 ribu per liter.

Alhasil, mereka terpaksa harus membeli minyak goreng dengan harga normal yakni Rp 19 ribu per liter.

Ketika pemerintah pusat sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah sudah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter. Harga tersebut mulai berlaku per 1 Februari 2022.

Namun pedagang gorengan tetap membeli minyak goreng dengan harga lama. Seperti yang diceritakan Amin (52), salah seorang penjual gorengan di Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi.

Baca Juga:Gudang Diduga Tempat Timbun Minyak Goreng di Ciracas Kebakaran

"Saya pengen beli minyak goreng harga Rp 14 ribu per liter, tapi kan kemarin baru ada di minimarket dan selalu antre," kata Amin kepada Suara.com pada Rabu (2/2/2022).

Bagi pedagang gorengan seperti dirinya, antre pada jam pagi sama saja membuang waktu. Untuk itu, Amin lebih memilih membeli minyak goreng di pasar tradisional atau warung meskipun harganya jauh lebih mahal.

"Kalau saya ikut antre di minimarket, nanti waktu jualannya enggak ada. Kan saya jualan pagi sementara bukanya minimarket jam 9 atau jam 10 pagi. Belum pembeliannya dibatasi," tutur Amin.

Untuk berjualan hari ini, Amin pun masih membeli minyak goreng dengan harga lama meskipun HET sudah ditetapkan. Ia mendapat minyak stok lama dengan harga 75 ribu untuk 4 liter. Artinya, per liternya sekitar Rp 18 ribu lebih per liter.

"Mau enggak mau saya harus tetep beli kan harus tetep jualan. Saya jual per biji Rp 1.000. Sehari ngabisin sekitar 6 liter," pungkasnya.

Baca Juga:Gudang Minyak Goreng di Ciracas Ludes Terbakar, Pemicu Kebakaran Diduga karena Ini

Hana (50) salah seorang pedagang kelontongan di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi menuturkan, hingga saat ini belum ada satupun distributor yang siap untuk memasok minyak goreng dengan harga sesuai HET.

"Rata-rata pedagang kosong untuk minyak goreng, termasuk saya. Informasinya hari ini distributor mau ke sini, mudah-mudahan udah ada," ujar Hana.

Branch Corporate Communication Alfamart, Elisa Elfira mengatakan, sebetulnya untuk ketersediaan minyak goreng di minimarket di Bandung Raya selalu terpenuhi. Hanya saja antusiasme masyarakat menjadikan minyak goreng selalu habis.

"Stok di toko ada tapi enggak berlimpah. Beberapa toko ada yang kosong tapi ada juga yang masih ready," ujar Elisa.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini