facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selama Pandemi Covid-19, Kasus Kekerasan Anak di Cimahi Meningkat: Masih Banyak Kasus yang Belum Terungkap

Galih Prasetyo Sabtu, 12 Februari 2022 | 12:25 WIB

Selama Pandemi Covid-19, Kasus Kekerasan Anak di Cimahi Meningkat: Masih Banyak Kasus yang Belum Terungkap
Ilustrasi kekerasan anak. (shutterstock)

Jumlah anak dan perempuan yang mengalami korban kekerasan di Kota Cimahi meningkat sepanjang tahun selama pandemi COVID-19.

SuaraJabar.id - Jumlah anak dan perempuan yang mengalami korban kekerasan di Kota Cimahi meningkat sepanjang tahun selama pandemi COVID-19.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Cimahi, tahun 2020 ada 8 anak yang menjadi korban kekerasan.

Kemudian tahun 2021 jumlahnya naik menjadi 13 orang. Sementara untuk perempuan ada 8 orang yang mengalami kekerasan tahun 2020, dan tahun 2021 naik menjadi 14 orang.

"Kalau dilihat dari jumlah memang naik tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya," kata Sekretaris DP2KBP3A Kota Cimahi, Fitriani Manan saat dihubungin pada Sabtu (12/2/2022).

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Paser Disebut Sudah Menurun, Siti Marnita Sari: Kami Terus Sosialisasi

Dikatakannya, ada berbagai jenis kekerasan yang dialami para korban. Di antaranya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, penelantaran, kekerasan fisik dan psikis, traficking dan lain-lain.

Menurut Fitriani, jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terdata saat ini hanyalah fenomena puncak dari gunung es. Sebab, masih banyak kasus yang belum terungkap lantaran korban lebih memilih bungkam.

Ada berbagai penyebab yang membuat para korban memilih diam, dibandingkan melaporkan. Di antaranya lantaran para korban menilai kejadian yang dialaminya merupakan aib sehingga lebih baik ditutupi.

"Mereka takut tidak dipercaya dan malah disalahkan, khawatir ada konsekuensi negatif jika melapor dan ada juga meragukan proses hukum," ungkap Fitriani.

Ketua Bidang Pengaduan P2TP2A Kota Cimahi Risdawati menambahkan, ada berbagai penyebab terjadinya kekerasan anak dan perempuan di Kota Cimahi. Yakni ekonomi hingga komunikasi.

Baca Juga: 14.517 Kasus Kekerasan Anak Terjadi Sepanjang 2021, Hampir Setengahnya Kekerasan Seksual

Penyebab kekerasan pada perempuan, ekonomi, komunikasi dan perselingkuhan. Pada anak ada yang kekerasan seksual dan sebagainya. Rata-rata ekonomi," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait