Namun seiring berkembangnya pembangunan infrastruktur, underpass peninggalan Hindia-Belanda itu kekinian tidak terlihat lagi. Yang ada hanya terowongan air yang dulunya beririsan dengan underpass tersebut.
Setelah puluhan tahun berlalu, underpass tersebut sepertinya sudah terlupakan bahkan mungkin tidak banyak diketahui sama sekali. Hingga kemudian dibangunlah Underpass Sriwijaya pada tahun 2021.
Underpass sepanjang 850 meter dengan lebar 9 meter itu dibangun Pemkot Cimahi menggunakan anggaran bantuan dari Pemprov Jabar yang menghubungkan Jalan Dustira dengan Jalan Sriwijaya.
"Rancangan Belanda ini yang kemudian saya kira diikuti oleh Pemkot Cimahi sekarang, hanya dengan model yang lebih besar.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan underpass tersebut akan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Selain itu, akses perekonomian juga diyakini akan meningkat.
"Mudah-mudahan warga Kota Cimahi bisa menerima dengan baik. Titip, ini infrastruktur yang tidak murah, maka rawat jangan sampai kotor dan semoga ekonomi semakin maju," imbuh Ridwan Kamil.
Setelah Underpass Sriwijaya, Pemprov Jabar juga berencana membuat Underpass Gatot Subroto yang lokasinya berdekatan. Bahkan, underpass tersebut sudah dibuatkan Detail Engineering Design (DED).
"Sedang direncanakan dulu, semua ada rencana dulu. Nanti setelah itu baru kita eksekusi," katanya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Baca Juga:Emak-emak Ini Tak Menyerah Usai Gagal Dapat Minyak Goreng Setelah Tiga Kali Antre Selama Berjam-jam