facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita 'Horor' Pemudik Sebelum Minibus Terjun ke Dasar Jurang di Bandung Barat

Chandra Iswinarno Jum'at, 29 April 2022 | 20:16 WIB

Cerita 'Horor' Pemudik Sebelum Minibus Terjun ke Dasar Jurang di Bandung Barat
Kondisi Mobil yang Terjun ke Jurang di Jalan Pasirpogor, RT 02/09 Desa Mukapayung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (29/4/2022). [Suara.com/Ferrye Bangkit]

Pemudik asal Jakarta, Aten Sutisna harus merelakan dua anak dan istrinya yang meninggal dalam kecelakaan di kawasan Cililin Bandung Barat, usai mobilnya terjun ke jurang.

SuaraJabar.id - Aten Sutisna (53) sopir minibus yang terjun ke jurang di Jalan Pasirpogor, RT 02/09, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menceritakan insiden maut yang dialaminya bersama keluarganya.

Seperti diketahui, satu keluarga tersebut mengalami kecelakaan tunggal yang menewaskan tiga orang pada Jumat (29/4/2022). Padahal, sekitar 2 kilometer lagi sampai ke kampung halamannya di Kampung Pasirpogor RT 02/09 Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Bandung Barat.

Aten mengaku sudah terbiasa melintas jalan menuju kampungnya di malam hari, meski kontur jalannya cukup curam dan berbahaya lantaran dipenuhi dengan tanjakan dan turunan serta belokan tajam.

Padahal, jalannya hanya bisa memuat satu mobil saja. Bahkan nyaris di sepanjang jalan di sampingnya terdapat jurang dan tidak ada penerangan sama sekali.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Bandung Barat, Minibus Terjun ke Jurang Cililin, 3 Orang Meninggal Dunia

Aten beserta istri dan ketiga anaknya merupakan pemudik dari daerah rantau di Jakarta. Ia bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di ibu kota tersebut dan memutuskan pulang kampung pada Idul Fitri tahun ini.

Selama perjalanan mudik, tak ada hambatan sejak melaju dari Jakarta, terkecuali kepadatan lalu lintas hingga ia sampai ke rumah anaknya di daerah Cililin. Setelah beristirahat sejenak di Cililin, Aten dan keluarganya melanjutkan perjalanan pada malam hari melewati jalan pegunungan.

"Masuk tanjakan pertama, ada benjolan batu besar, saya terlalu ke kanan. Mundur lagi," tutur Aten saat ditemui di kediamannya.

Setelah itu Aten melanjutkan perjalanannya. Hanya saja sang istri merasa sedikit syok saat di tanjakan pertama. Namun Aten meyakini bisa melahap jalan yang menanjak dan berkelok lantaran sudah terbiasa.

"Saya bilang kuat kok. Jalan terus sampai tikungan tajam. Enak aja, aman-aman aja," ujar Aten.

Baca Juga: Mobil Pemudik Terperosok ke Jurang Lintas Kerinci, Begini Kondisinya

Setelah melahap sejumlah tanjakan, sampailah minibus yang dikendarai Aten di jalan yang konturnya agak mendatar. Hanya saja ketika di lokasi, ia melihat seperti ada gundukan tanah sisa longsor, padahal tidak ada.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait