Namun, ternyata kondisi tersebut seperti disengaja agar dia tidak memiliki peran di pemerintahan.
"Waktu (Dadang Supriatna) umroh kemarin yang kelihatan," katanya.
Selama umroh tersebut, walaupun banyak agenda pemerintahan tidak ada satu pun yang dilimpahkan kepada Sahrul Gunawan.
"Saya juga tahunya dari teman-teman media, yang menanyakan ketidakhadiran saya dalam agenda," ungkapnya.
Baca Juga:Pelaku Penganiaya Mantan Istri di Depan Anak Sendiri Sudah Mendekam di Bui, Ternyata Ini Motifnya
Selain itu, lanjut Sahrul, dia tidak mendapat aspirasi anggaran dalam APBD 2022.
Dia menduga jika banyak tidak dilibatkannya dalam urusan pemerintahan Kabupaten Bandung erat kaitannya dengan pelbagai hal. Mulai dari seringnya dirinya menanyakan tupoksi Wakil Bupati sesuai dengan Undang-undang hingga kepindahannya ke Partai Golkar.
"Saat ini saya juga sedang menyusun konsep UMKM, kalau bermain di kolam yang sama tidak bisa berenang. Tapi memang saya juga tidak menghendaki kondisi ini, karena yang penting pembangunan bisa maksimal," imbuhnya.