facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Semusim Main di Pelita Jaya, Jhonny Van Beukering Hanya Dapat Tumpukan Hutang dan Berakhir di Klub Striptis

Galih Prasetyo Rabu, 22 Juni 2022 | 09:14 WIB

Semusim Main di Pelita Jaya, Jhonny Van Beukering Hanya Dapat Tumpukan Hutang dan Berakhir di Klub Striptis
Mantan penyerang timnas Indonesia yang kini menjadi pelatih di klub amatir di Belanda, Jhonny van Beukering (Dok: sports.vice.com)

"Kami harus hidup bersama sebagai keluarga dengan hanya mengandalkan 50 euro untuk satu minggu,"

SuaraJabar.id - Malang betul nasib pemain berdarah Belanda yang sempat membela timnas Indonesia, Jhonny Van Beukering. Di masa tuanya, ia terpaksa jalani pekerjaan yang jauh dari sepak bola.

Nama Jhonny Van Beukering kembali jadi sorotan publik tanah air setelah kabar mirisnya diangkat salah satu media Belanda.

Kepada media Belanda, Algemeen Dagblad, Van Beukering saat ini bekerja sebagai keamanan di salah satu klub penari telanjang, De Nacht yang berlokasi di Tilburg.

"Kerja yang luar biasa. Menonton payudara selama berjam-jam siapa yang tidak mau," begitu katanya.

Baca Juga: Eks Pemain Naturalisasi Indonesia, Nasib Jhonny van Beukering Kini Miris Sekali

Bahkan dengan nada menertawai nasibnya sendiri, ia mengatakan bahwa klub De Nacht, ialah klub terbaik yang pernah ia bekerja.

"Ini adalah klub terbaik yang pernah saya tangani," ucapnya.

Tentu cukup miris melihat nasib Van Beukering. Bagaimana tidak, ia bukan striker sembarangan. Namanya sempat membela Feyenoord, raksasa Liga Belanda.

Sayang dari Feyenoord, Van Beukering ambil keputusan keliru. Ia pindah ke Indonesia dan bergabung ke Pelita Jaya.

Dikatakan oleh Van Beukering, antara rentang waktu 2017 hingga 201, ia dan keluarganya berada restrukturisasi utang. Hal itu disebabkan gajinya di Pelita Jaya tak pernah ia terima.

Baca Juga: Kabar Terkini Jhonny van Beukering, Eks-Striker Timnas Indonesia yang Jadi Satpam Klub Striptis di Belanda

"Orang-orang tidak tahu seberapa dalam saya terjatuh. Saya telah kehilangan segalanya. Segalanya. Kami harus hidup bersama sebagai keluarga dengan hanya mengandalkan 50 euro untuk satu minggu," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait