facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cuaca Ekstrem, Pendaki di Gunung Gede Pangrango Diimbau Hindari Pendakian Malam

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 26 Juni 2022 | 17:36 WIB

Cuaca Ekstrem, Pendaki di Gunung Gede Pangrango Diimbau Hindari Pendakian Malam
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) [Suarabogor.id/Fauzi Noviandi]

Saat hujan turun dan cuaca ekstrem, katanya, rawan terjadi pohon tumbang, jalur pendakian licin, suhu lebih dingin dan angin besar dapat terjadi setiap saat.

SuaraJabar.id - Pendaki diimbau untuk selalu waspada dan menghindari pendakian malam hari karena cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Kabupaten Cianjur sejak satu pekan terakhir, sehingga dapat membahayakan keselamatan.

Dari keterangan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), sejak awal tahun 2022 hingga saat ini, curah hujan yang turun di kawasan Gunung Gede-Pangrango cukup tinggi, sehingga berdampak terjadinya bencana, termasuk mengancam keselamatan pendaki, sehingga di pos pemeriksaan diberikan imbauan.

“Petugas pos memberikan peringatan pada pendaki untuk tidak melanjutkan pendakian kalau hujan turun deras dengan intensitas tinggi karena sejak dua pekan terakhir, terutama menjelang malam dipastikan hujan deras turun," kata Humas TNGGP Agus Deni, Minggu (26/6/2022).

Selain itu, pendaki diharuskan membawa peralatan antihujan, mulai dari jas hujan hingga perlengkapan yang tidak mudah ditembus air, termasuk kondisi kesehatan pendaki menjadi perhatian utama harus dalam kondisi benar-benar prima.

Baca Juga: Pendaki Gunung Slamet via Purbalingga Meninggal Usai Mengalami Gagal Jantung

Saat hujan turun dan cuaca ekstrem, katanya, rawan terjadi pohon tumbang, jalur pendakian licin, suhu lebih dingin dan angin besar dapat terjadi setiap saat, sehingga kondisi pendaki yang kurang prima dapat menyebabkan berbagai hal yang tidak diinginkan termasuk menurunnya ketahanan tubuh.

"Melihat cuaca ekstrem seperti saat ini, kebutuhan untuk mendaki harus lebih diperhatikan karena tidak menutup kemungkinan bencana alam dapat terjadi kapanpun dan kesehatan tubuh dapat menurun," katanya.

Pihaknya berharap pendaki dapat mendengarkan arahan petugas sebelum melakukan pendakian dan menghindari pendakian malam hari karena berbagai pertimbangan.

"Kami berharap tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, namun pendaki harus tetap berhati-hati dan waspada," katanya.

Tercatat setelah pendakian kembali dibuka, jumlah calon pendaki setiap harinya mengalami kenaikan pada hari biasa sebanyak 400 orang dan saat akhir pekan bisa mencapai 600 orang dari pintu pendakian Gunung Putri dan Cibodas, [Antara]

Baca Juga: BMKG: Tak Benar Cuaca Ekstrem dan Gempa Picu Bencana di Pantai Amurang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait