15 Hektare Lahan Tembakau Gagal Panen hingga Timbulkan Kerugian Rp 150 Juta, Petani Harapkan Bantuan Alat Pengering

"Jadi tembakau yang dipanen gak bisa dijemur membusuk tak bisa dijual," kata Agus.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 01 Juli 2022 | 14:46 WIB
15 Hektare Lahan Tembakau Gagal Panen hingga Timbulkan Kerugian Rp 150 Juta, Petani Harapkan Bantuan Alat Pengering
ILUSTRASI - Ketua APTI Jawa Barat, Suryana menjelaskan varietas tembakau kepada wartawan di perkebunan tembakau di Kabupaten Bandung. [Suara.com/Ari Syahril Ramadhan]

SuaraJabar.id - Sejumlah petani tembakau di sejumlah daerah di Kabupaten Bandung Barat kini tengah dihadapkan pada persoalan gagal panen.

Lahan tembakau seluas 15 hektare gagal panen lantaran para petani bisa mengeringkan daun tembakau yang telah dipanen karena cuaca tak menentu. Imbasnya, tembakau yang dipetik membusuk berwarna hitam dan tak bisa dijual.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) KBB, Agus Rianto mengatakan gagal panen terjadi terhadap tanaman tembakau yang ditanam pada awal tahun. Berdasarkan perhitungan, biasanya saat dipanen pada pertengahan tahun cuaca mulai kemarau sehingga bisa dilakukan penjemuran.

"Namun yang terjadi sebaliknya, musim hujan masih panjang hingga bulan Juni. Jadi tembakau yang dipanen gak bisa dijemur membusuk tak bisa dijual," kata Agus, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga:Derita Simalakama Petani Sawit di Kalbar, Harga Terjun Bebas, Perut Dibuat Menjerit

Agus mengatakan beberapa lahan tembakau gagal panen terletak di kecamatan Ngamprah, sebagian Cililin, dan Kecamatan Gununghalu. Jika dihitung biasanya 15 hektare lahan itu bisa menghasilkan tembakau antara Rp 100-150 juta.

"Kalau kerugian dari gagal panen 15 hektare ini sekitar Rp 100-150 juta. Angka ini dihitung berdasarkan hasil jual apabila dalam kondisi normal," tambahnya.

Sebenarnya kondisi daun tembakau membusuk tak akan terjadi, jika petani memiliki dryer tobacco machine atau alat pengering tembakau kapasitas besar. Kerugian bakal bisa ditekan karena tembakau yang dipetik tetap bisa dikeringkan meski cuaca hujan.

"Kami berharap ada bantuan alat pengering supaya bisa mencegah gagal panen. Alat yang ada saat ini cuma berkapasitas 3 lempeng tembakau atau 1 kilogram. Jadi gak bisa menyelamatkan tembakau dengan jumlah besar," pungkasnya. [Antara]

Baca Juga:Peduli ke Petani Tembakau, APTI Beri Dukungan untuk Ganjar Pranowo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak