Geram Harga Caisim Anjlok Hingga Rp 200 per Kilogram, Petani Babat Habis Ladang hingga Biarkan Tanaman Membusuk

Kalau untuk luasan lahan tanaman sawi yang dibiarkan membusuk, belum kita hitung, masih dilakukan pendataan ke lapangan," ujar Dedi.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 03 Agustus 2022 | 04:00 WIB
Geram Harga Caisim Anjlok Hingga Rp 200 per Kilogram, Petani Babat Habis Ladang hingga Biarkan Tanaman Membusuk
DOKUMENTASI - Para petani di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan anjloknya harga jual sawi hijau atau caisim dari petani ke pasar. [Sukabumiupdate.com/Riza]

SuaraJabar.id - Harga jual sawi caisim dari petani ke pasar anjlok dan menyentuh angka Rp 200 per kilogram.

Kondisi itu membuat petani sayura di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi memilih untuk membiarkan caisim membusuk di ladang hingga membabatnya.

Ketua Forum Kelompok Tani Sukabumi Utara, Dedi Suryadi menyatakan, caisim yang dibabat merupakan tanaman yang memasuki panen raya di wilayah Kecamatan Sukaraja. Luasnya kata Dedi, sekitar dua hektar.

“Kalau untuk luasan lahan tanaman sawi yang dibiarkan membusuk, belum kita hitung, masih dilakukan pendataan ke lapangan," ujar Dedi, Selasa (2/8/2022)

Baca Juga:Gubernur Herman Deru Minta Daerah Diberi Kewenangan Urus Soal Sawit

Dedi menyatakan saat ini caisim yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja melimpah namun kondisi ini tidak didukung jumlah kebutuhan pasar.

Lebih lanjut Dedi menyatakan, petani di Kecamatan Sukaraja seluruhnya menanam caisim dengan harapan pada saat masa panen harga di pasaran tinggi. Namun hal itu tak sesuai harapan.

Dalam hal ini, ketika menanam sayuran petani selalu berdasarkan pada pola kebiasaan bukan berdasarkan kebutuhan pemetaan pasar.

Sehingga pemerintah harus hadir dan memberikan solusi kepada petani untuk memberikan bimbingan.

“Ini harus dilakukan agar kasus serupa tidak terulang kembali di tahun mendatang. persoalan pembabatan tanaman sawi hingga para petani membiarkan hektaran lahan tanaman sawi membusuk di ladang itu, sering kali terjadi hampir setiap tahunnya," tandasnya.

Baca Juga:Koperasi HKTI Tamara dan Pemprov Lampung Akan Bersinergi di Program Kartu Petani Berjaya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak