Sepakat Mogok Produksi, Tahu dan Tempe Bakal Lenyap di Bandung Barat Selama 3 Hari, Ini Penyebabnya

Aksi mogok produksi sebagai bentuk protes tingginya harga kedelai itu akan dilakukan pada 16-19 Oktober 2022.

Andi Ahmad S
Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:31 WIB
Sepakat Mogok Produksi, Tahu dan Tempe Bakal Lenyap di Bandung Barat Selama 3 Hari, Ini Penyebabnya
Pekerja memproduksi tahu dan tempe berbahan dasar kedelai. [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJabar.id - Perajin tahu dan tempe di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepakat mengikuti aksi mogok produksi yang digagas Paguyuban Tahu Tempe Jawa Barat.

Aksi mogok produksi sebagai bentuk protes tingginya harga kedelai itu akan dilakukan pada 16-19 Oktober 2022. Artinya, tahu dan tempe akan menghilang di pasaran selama tiga hari.

Elis (44), salah seorang perajin tahu dan tempe asal Cipatat, Bandung Barat menegaskan tahu dan tempe akan menghilang di pasaran selama tiga hari sebagai bentuk protes tingginya harga kedelai.

"Kita ikut mogok produksi se-Jabar. Mulai Senin depan gak bakal bikin tahu dan tempe dulu selama tiga hari. Ini protes harga kedelai meroket," kata Elis kepada Suara.com pada Rabu (12/10/2022).

Baca Juga:Kompetisi Terhenti, Pemain Persib Semangat Latihan

Elis menjelaskan harga kedelai saat ini menyentuh Rp13.700 per kilogram. Harga tersebut menyebabkan ongkos produksi meningkat tajam. Di sisi lain, hasil produksi tahu-tempe dijual dengan nominal sama. Imbasnya, kegiatan pembuatan tahu-tempe di tengah kenaikan kedelai jadi besar pasak dari pada tiang.

"Kalau harga kedelai gak turun, kita gak akan dapat untung. Hasil penjualan cuma cukup menutupi biaya produksi," tambahnya.

Elis meminta pemerintah mulai memikirkan upaya sistematis untuk mewujudkan swasembada kedelai, agar tak hanya mengandalkan pasokan dari Cina atau Amerika.

"Ini kan tugas negara. Selama ini kedelai itu import. Mesti sudah dipikirkan agar swasembada produk kedelai berkualitas," terangnya.

Ketua Paguyuban Tahu Tempe Jawa Barat M Zamaludin mengatakan aksi mogok produksi tahu dan tempe itu dilakukan sebagai bentuk protes lantaran harga kedelai yang terus mengalami kenaikan. Kekinian harga kedelai sudah mencapai Rp 13 ribu lebih per kilogram.

Baca Juga:Akhirnya Terjawab Kapan Jadwal Persib vs Persija Dilanjutkan

"Harga bahan bakunya sekarang naik terus. Bukan hanya kedelai saja, tapi juga bahan baku mainnya seperti garam," ungkap Zamaludin.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak