Usai rapat, Bambang menyebut kegiatan ini sebagai forum strategis. Utamanya sebagai refleksi Pemerintah Kota Bandung dalam merumuskan dan mengeksekusi rencana pembangunan daerah.
“Kami baru saja menghadiri Rapat Koordinasi dengan tema Sinergi Pemerintah dalam Pencapaian Indikator Strategis Pembangunan di Jawa Barat. Kami menilai ini forum yang strategis, khususnya bagi pembangunan di Kota Bandung,” katanya.
Adapun data yang ditampilkan Kemendagri pada rapat tersebut, salah satunya membahas Realisasi Pendapatan Kota Bandung, yang berada di angka 45,41 persen. Jumlah ini masih di atas rata-rata Nasional (38,15 persen) dan Provinsi (44,84 persen).
Sementara merujuk pada Data Kapasitas Fiskal Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Kota Bandung masuk dalam Kategori Fiskal Sedang, dengan indikator pendapatan daerah yang terdiri Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 47,23 persen dan Pendapatan Transfer Pusat 52,71 persen.
Baca Juga:Bey Machmudin Dukung Penuh Gernas Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia
Terkait hal itu, Bambang menyebut, Pemkot Bandung bakal terus menggenjot potensi pendapatan yang ada dari sektor ekonomi yang menggeliat di Kota Bandung. Mulai dari sektor jasa, pariwisata, retribusi seperti parkir, dan juga BUMD.
"Kalau melihat data dan fakta yang ada, kami optimis dengan potensi yang kami miliki," ucapnya.