Trauma Bullying, DS Siswa SMP Sukabumi Takut Kembali ke Sekolah dan Pilih Rawat Ayah di Rumah

DS dibully lima orang di belakang kantin sekolah, wajahnya sampai memar.

Syaiful Rachman
Jum'at, 17 Januari 2025 | 18:03 WIB
Trauma Bullying, DS Siswa SMP Sukabumi Takut Kembali ke Sekolah dan Pilih Rawat Ayah di Rumah
Ilustrasi bullying.

SuaraJabar.id - Kisah pilu datang dari seorang siswa SMP di Sukabumi. DS, remaja berusia belasan tahun, terpaksa meninggalkan bangku sekolah akibat perundungan yang dialaminya. Peristiwa traumatis tersebut memaksanya untuk memilih homeschooling demi menjaga kesehatan mentalnya.

Kejadian bullying yang dialami DS terjadi pada Agustus 2024. Saat itu, DS yang tengah berada di belakang kantin sekolah menjadi sasaran kekerasan fisik oleh sekelompok remaja dari sekolah lain. Pukulan yang diterima di wajah membuatnya trauma dan takut untuk kembali ke sekolah.

"Dipukul di belakang kantin sekolah. Tidak ada saksi, saya hanya sendiri. Ada lima orang dua dari SMK dan tiga dari SMA," ujar DS, Selasa 3 Januari 2025.

"Saya tidak kenal dan tidak tahu namanya. Wajah saya memar," jelasnya.

Baca Juga:Komisi II DPRD Sukabumi Panggil Puluhan Pengusaha Tambang

Kejadian tersebut tidak hanya meninggalkan luka fisik, akan tetapi juga menghantam mental yang mendalam pada DS.

Akibat trauma yang dialaminya, DS mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi belajar dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Ia lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah merawat ayahnya yang sakit.

"Saya takut untuk kembali ke sekolah. Saya lebih nyaman di rumah saja," ujar DS.

Upaya Sekolah dan Keluarga

Pihak sekolah, dalam hal ini SMPN 1 Jampangtengah, telah berupaya untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka telah melakukan pertemuan dengan orang tua siswa pelaku dan korban, serta melibatkan pihak kepolisian.

Baca Juga:Tersengat Listrik Saat Pasang Spanduk, Seorang Pekerja Alami Luka Bakar Hingga 80 Persen

Namun, upaya mediasi tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan.

"Ada 10 orang yang hadir, termasuk orang tua pelaku yang diperkirakan dari SMA, orang tua korban dan para guru. Hingga malam tidak ada kesepakatan, Saya meminta bantuan kepolisian untuk mengungkap siapa pelakunya," ujar Supendi, Kepala SMPN 1 Jampangtengah, Rabu, 15 Januari 2025.

Untuk mendukung proses pembelajaran DS, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan layanan home schooling. Guru-guru datang ke rumah DS untuk memberikan materi pelajaran.

Selain itu, sekolah juga memberikan bantuan biaya transportasi untuk meringankan beban keluarga DS.

"Kami mendatangkan guru ke rumahnya untuk memberikan materi pelajaran agar pendidikan tidak terganggu," kata Supendi.

"Kondisi medan yang sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan, menjadi salah satu kendala bagi dia untuk hadir setiap hari. Kami membantu untuk transportasi sekolah, terutama karena jarak rumah Ds cukup jauh," tambah Supendi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak