- Dua Kantor Bank di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) Rusak
- Rumah Aset Milik MPR RI (Cagar Budaya) Hangus
SuaraJabar.id - Daftar Kerusakan Demo Bandung: Cagar Budaya Hangus, Restoran Ikonik Ludes - Wajah Kota yang Terluka
Asap dan aroma hangus masih menyelimuti beberapa sudut Kota Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (30/8/2025).
Pemandangan ini menjadi saksi bisu dari amuk massa yang pecah dalam unjuk rasa gabungan pengemudi ojek daring dan mahasiswa pada Jumat malam.
Aksi yang semula menyuarakan aspirasi kini meninggalkan daftar panjang kerusakan dan kerugian materi yang signifikan.
Baca Juga:Bandung Mencekam: Demo Ojol dan Mahasiswa Berakhir Ricuh, Wali Kota Farhan: Ini Pelajaran
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat meninjau langsung dampak kehancuran.
Baginya, ini bukan sekadar rusaknya bangunan, melainkan luka fisik pada kota yang dicintai warganya.
“Ini rasa sedih saya karena kota yang kita cintai ini menjadi secara fisik terkoyak. Tapi saya yakin secara jiwa Kota Bandung dan warganya tidak akan pernah terkoyak dan selalu bersatu,” ujar Farhan.
Berdasarkan data awal yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Bandung dan laporan di lapangan, kerusuhan ini telah menghancurkan properti milik pemerintah, swasta, hingga warga sipil.
Berikut adalah rincian kerusakan yang telah teridentifikasi:
Baca Juga:Puncak Anarki di Bandung! Aset Bersejarah MPR RI Ludes Dibakar Massa Aksi DPRD Jabar
1. Rumah Aset Milik MPR RI (Cagar Budaya)
Lokasi di Jalan Diponegoro ini menjadi korban paling tragis. Bangunan yang memiliki nilai sejarah dan berstatus sebagai cagar budaya ini ludes dilalap api.
Kerugian ini tidak hanya bersifat material, tetapi juga merupakan kehilangan aset sejarah yang tak ternilai.
2. Rumah Makan Sambara
Restoran Sunda yang ikonik di Jalan Trunojoyo ini juga hangus terbakar. Amuk massa yang merembet dari pusat aksi membuat tempat usaha yang menjadi favorit banyak orang ini rata dengan tanah.
3. Dua Kantor Bank di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago)
Kawasan Dago yang ramai juga tak luput dari sasaran. Dua kantor bank mengalami kerusakan parah akibat pelemparan benda keras dan upaya perusakan lainnya oleh demonstran.
4. Satu Rumah Warga di Jalan Gempol

Sebuah rumah milik warga yang berlokasi di belakang RM Sambara ikut menjadi korban. Peristiwa ini menunjukkan bahwa dampak kerusuhan tidak hanya menyasar simbol pemerintah atau korporasi, tetapi juga masyarakat umum.
5. Fasilitas Publik dan Infrastruktur Jalan
Kerusakan masif juga terjadi pada fasilitas umum. Pagar Gedung DPRD Jawa Barat dan Gedung Sate dijebol.
Sejumlah pos polisi dirusak, lampu lalu lintas di persimpangan vital seperti Cikapayang dihancurkan, rambu-rambu jalan dicabut, dan aspal jalan rusak akibat pembakaran ban.
“Dari pengecekan yang dilakukan, setidaknya ada lima bangunan rusak berat setelah dibakar hingga dilempari baru oleh para demonstran,” kata Wali Kota Farhan mengonfirmasi temuan awal.
Kerugian akibat kerusuhan ini dipastikan mencapai miliaran rupiah. Namun, dampaknya jauh melampaui angka material. Aktivitas ekonomi di sekitar lokasi lumpuh, para pemilik usaha merasakan trauma, dan citra Bandung sebagai kota yang aman dan ramah pariwisata ikut tercoreng.
Pemerintah Kota Bandung berjanji akan bergerak cepat. Farhan memastikan perbaikan infrastruktur vital, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak, akan menjadi prioritas utama agar aktivitas warga bisa segera kembali normal.
“Fasilitas itu menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga harus dipulihkan segera,” tegasnya.