Sound Horeg Ancam Pendengaran Permanen? Ini Penjelasan Dokter Guntur

Dentuman bass yang memekakkan telinga ini mungkin dianggap sebagai hiburan yang memacu adrenalin, namun di baliknya tersimpan ancaman serius yang sering diabaikan.

Andi Ahmad S
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 15:59 WIB
Sound Horeg Ancam Pendengaran Permanen? Ini Penjelasan Dokter Guntur
Ilustrasi sound horeg. (Instagram)
Keseimpulan
  • Bahaya Sound Horeg atau Sound System
  • Batas Aman Paparan Kebisingan di Tempat Kerja Adalah 85 Desibel Selama Maksimal 8 Jam Sehari

SuaraJabar.id - Fenomena sound horeg atau sound system dengan kekuatan ekstrem yang mampu membuat lingkungan sekitar bergetar hebat kini menjadi tren di berbagai acara, mulai dari karnaval, pawai, hingga hajatan.

Dentuman bass yang memekakkan telinga ini mungkin dianggap sebagai hiburan yang memacu adrenalin, namun di baliknya tersimpan ancaman serius yang sering diabaikan kerusakan pendengaran permanen.

Dr. Guntur Bayu Bima Pratama, Spesialis THT Eka Hospital Depok memberikan peringatan keras mengenai bahaya paparan suara bising tingkat ekstrem ini.

Masyarakat, terutama generasi muda, diimbau untuk lebih waspada sebelum terlambat.

Baca Juga:Ratusan Pelajar dari Bogor, Depok dan Tangerang Diamankan Saat Hendak Ikut Demo ke Jakarta

Banyak yang mengira bahwa selama telinga tidak terasa sakit, maka paparan suara keras masih dalam batas aman.

Anggapan ini adalah kesalahan fatal. Kerusakan pendengaran akibat bising terjadi secara perlahan dan seringkali tidak disadari hingga kondisinya sudah parah.

Menurut para ahli THT, suara dengan intensitas sangat tinggi seperti yang dihasilkan sound horeg dapat merusak sel-sel rambut halus (stereosilia) di dalam koklea (rumah siput) di telinga bagian dalam.

Fungsi sel-sel ini adalah mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak.

"Sel-sel rambut ini jumlahnya terbatas dan tidak dapat beregenerasi. Sekali rusak, maka rusak selamanya," ungkap dokter berusia 34 tahun itu, Jumat 29 Agustus 2025.

Baca Juga:Kepala Desa di Bogor Diduga Terima Gratifikasi Rp2,3 Miliar

Untuk memahami betapa berbahayanya sound horeg, kita perlu melihat standar aman paparan kebisingan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI menetapkan batas aman paparan kebisingan di tempat kerja adalah 85 desibel (dB) selama maksimal 8 jam sehari.

Sebagai perbandingan:

  • Percakapan normal: 60 dB
  • Lalu lintas padat: 85 dB
  • Suara konser musik rock: 110-120 dB
  • Suara mesin jet saat lepas landas: 140 dB

Sistem audio sound horeg diperkirakan dapat menghasilkan suara dengan intensitas jauh di atas 120 dB, bahkan bisa mendekati 140 dB pada jarak dekat.

dr. Guntur Bayu Bima Pratama Spesialis THT dari Eka Hospital Depok [Andi/Suara.com]
dr. Guntur Bayu Bima Pratama Spesialis THT dari Eka Hospital Depok [Andi/Suara.com]

Pada level ini, kerusakan pendengaran bisa terjadi hanya dalam hitungan menit, bahkan detik.

"Untuk satu hari pakai headset aja dibatasi sekitar 60 menit perhari," ucapnya dokter alumni Universitas Sriwijaya Palembang.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak