Sentul City Recycle Centre Jadi Sorotan, Warga Ungkap Sejumlah Keluhan

Di Kampung Sela Eurih Cibarengkok, Desa Sumur Batu, pemandangan gunungan sampah dan kolam berisi air kotor berwarna hitam pekat menjadi pemandangan sehari-hari.

Andi Ahmad S
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:45 WIB
Sentul City Recycle Centre Jadi Sorotan, Warga Ungkap Sejumlah Keluhan
Program Sentul City Recycle Centre (SCRC) Dikeluhkan Warga [Ist]
Kesimpulan
  • Program Sentul City Recycle Centre (SCRC)
  • Dampak Lingkungan dan Sosial Yang Titimbulkan

SuaraJabar.id - Visi mulia 'Menuju Sentul City Zero Waste 2020' yang diusung melalui program Sentul City Recycle Centre (SCRC) kini berubah menjadi mimpi buruk bagi warga sekitar.

Program pengolahan sampah yang diresmikan pada 15 Mei 2019 dan digadang-gadang menjadi percontohan, kini justru menuai protes keras akibat dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkannya.

Alih-alih menjadi solusi, fasilitas yang dikelola oleh PT Xaviera Global ini dituding menjadi sumber pencemaran udara dan air parah di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Warga dari beberapa desa kini hidup dalam kepungan bau busuk dan ancaman krisis lingkungan.

Baca Juga:Sound Horeg Ancam Pendengaran Permanen? Ini Penjelasan Dokter Guntur

Ketika diresmikan oleh Bupati Bogor saat itu, Ade Yasin, SCRC diharapkan menjadi jawaban atas masalah sampah di kawasan pemukiman mandiri elite tersebut.

Namun, harapan itu pupus. Bukti fisik di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari ideal.

Di Kampung Sela Eurih Cibarengkok, Desa Sumur Batu, pemandangan gunungan sampah dan kolam berisi air kotor berwarna hitam pekat menjadi pemandangan sehari-hari.

Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Karang Tengah, menandakan masalah ini telah meluas.

Seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta namanya dirahasiakan membenarkan kondisi tersebut. Ia menjadi saksi bagaimana lingkungan tempat tinggalnya berubah drastis.

Baca Juga:Ratusan Pelajar dari Bogor, Depok dan Tangerang Diamankan Saat Hendak Ikut Demo ke Jakarta

"Kalau dahulu tidak berbau seperti ini, sekarang sangat bau apalagi pas lagi banyak. Sekarang mah sering bau dan kalau hujan banyak sampah yang hanyut ke sungai," ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima SuaraJabar.id, Jumat 29 Agustus 2025.

Bahkan, ia menaruh curiga adanya praktik ilegal yang dilakukan pihak pengelola.

"Tak hanya itu, dia juga menduga adanya aktivitas penimbunan sampah ke dalam tanah yang dilakukan pihak pengelola," tambahnya.

Penderitaan warga tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal di dekat lokasi. Seorang warga RT 01, RW 12, Desa Karang Tengah berinisial A (39), mengaku bau busuk dari SCRC telah menjadi teror yang mengganggu kenyamanan hidupnya, padahal jarak rumahnya beberapa kilometer dari pusat pengolahan sampah.

"Kami warga Karang Tengah merasa terganggu dengan bau sampah dari wilayah Sela Eurih. Apalagi saat kemarau, baunya sangat menyengat," ungkapnya.

Keluhan ini menunjukkan bahwa skala pencemaran udara yang dihasilkan sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak pada area yang lebih luas dari yang diperkirakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini