Puncak arus balik wisatawan dari Garut menuju Bandung dan Jabodetabek diprediksi terjadi pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu dan Minggu (3-4 Januari 2026), seiring berakhirnya libur panjang.
Kepadatan kendaraan terpantau tinggi di Persimpangan Sigobing yang mengarah ke Bandung, sementara jalur nasional lintas Malangbong-Limbangan dilaporkan masih dalam kondisi lancar dan aman bagi para pengendara.
Polres Garut telah menyiagakan personel dan tim urai untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan, termasuk menerapkan sistem satu arah (one way) guna mengurai antrean di titik-titik krusial kemacetan.
SuaraJabar.id - Bagi Kawan Muda yang baru saja menghabiskan waktu healing menikmati sejuknya Cipanas atau asrinya Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ada peringatan penting yang wajib disimak sebelum tancap gas pulang ke perantauan.
Momen libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 segera berakhir, dan teror kemacetan arus balik mulai mengintai di jalur selatan.
Polres Garut telah mengeluarkan prediksi resmi terkait lonjakan volume kendaraan. Berdasarkan pantauan di lapangan, gelombang wisatawan yang akan meninggalkan Kota Dodol menuju arah Bandung dan Jabodetabek diprediksi akan memuncak pada akhir pekan ini.
Kasat Lantas Polres Garut, AKP Aang Andi Suhandi, mengingatkan para pengendara untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak. Pihaknya memprediksi kepadatan akan terjadi seiring berakhirnya masa cuti bersama dan libur sekolah.
Baca Juga:Longsor Proyek di Jatinangor: 3 Pekerja Tewas, 3 Lainnya Masih Tertimbun Material
"Puncak arus balik diprediksi besok (Sabtu) dan lusa (Minggu) tanggal 3 dan 4 Desember," kata AKP Aang Andi Suhandi dilansir dari Antara, Sabtu (3/1/2026).
Prediksi ini didasarkan pada data visual di lapangan di mana arus kendaraan dari arah Bandung ke Garut masih terpantau ramai lancar di hari Jumat, yang mengindikasikan masih banyaknya wisatawan yang menginap dan akan pulang serentak di akhir pekan.
Untuk menghadapi lonjakan ini, Polres Garut tidak tinggal diam. Strategi penguraian kemacetan telah disiapkan secara matang, termasuk penerjunkan tim khusus.
"Kita siapkan untuk langkah antisipasi puncak arus balik ini dengan menyiapkan personel, dan juga tim urai," tegasnya.
Berdasarkan evaluasi lalu lintas pada hari kedua tahun 2026, titik krusial kemacetan mulai terpetakan. Jalur persimpangan Sigobing menjadi salah satu lokasi yang paling padat dilintasi kendaraan bermotor yang mengarah ke Bandung. Kepadatan di titik ini seringkali memicu ekor antrean yang panjang jika tidak segera ditangani.
Baca Juga:Gubernur Dedi Mulyadi Larang Total Penanaman Sawit di Jawa Barat Mulai 2026
Berbeda dengan Sigobing, jalur nasional lintas Malangbong-Limbangan yang biasanya menjadi jalur neraka bagi pemudik, saat ini justru dilaporkan masih terpantau lancar.
"Terjadi kepadatan sore hari di Sigobing saja, di daerah lain aman, dan kita melakukan 'one way' untuk mengurainya agar tidak terjadi kepadatan," jelas Aang.