- BPBD Jawa Barat mendirikan 82 posko siaga bencana untuk mengantisipasi cuaca ekstrem selama mudik Lebaran 2026.
- Posko gabungan PMI dan relawan disiagakan penuh dari 14 hingga 28 Maret 2026 untuk respons darurat.
- Posko tersebut juga berfungsi sebagai tempat istirahat aman bagi pemudik yang melintasi jalur rawan bencana di Jawa Barat.
SuaraJabar.id - Euforia tradisi mudik Lebaran 2026 yang kian dekat rupanya harus diiringi dengan kewaspadaan ekstra. Di balik kerinduan akan kampung halaman, ada bayang-bayang cuaca ekstrem yang siap mengintai perjalanan para perantau, khususnya yang melintasi wilayah Jawa Barat.
Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir yang mengancam jalur-jalur rawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat tak mau kecolongan.
Sebanyak 82 posko siaga bencana telah didirikan secara masif, tersebar dari ujung utara hingga selatan, berkolaborasi dengan BPBD tingkat kabupaten/kota. Langkah preventif ini diambil sebagai benteng pertama keselamatan para pemudik di medan yang sulit diprediksi.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali, membeberkan strategi formasi posko tersebut. Posko-posko ini dibagi menjadi dua lapis kekuatan.
Baca Juga:Tolak Fasilitas Mewah, Dedi Mulyadi Rombak Mercy Dinas Jadi Ruang Bersalin Darurat di Tol Cipali
Posko utama yang berpusat di kantor BPBD masing-masing daerah, dan posko pendukung yang disebar langsung ke titik-titik urat nadi yang rawan longsor, banjir, hingga kawasan jalur wisata alam.
“Setiap posko pendukung tidak akan dibiarkan kosong. Di sana akan disiagakan personel gabungan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) dan relawan tangguh, lengkap dengan armada peralatan kebencanaan untuk menghadapi kondisi darurat sekecil apa pun,” ungkap Teten, Kamis (12/3/2026).
Menariknya, sebaran kekuatan 82 posko ini tidak dipukul rata. Teten menjelaskan, jumlah posko di setiap kabupaten disesuaikan dengan tingkat kerawanan wilayah.
Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran, misalnya, yang memiliki topografi perbukitan terjal dan pesisir rawan badai, bahkan diperkuat hingga lima posko pendukung sekaligus.
Namun, BPBD juga menyadari bahwa posko ini bukan hanya soal urusan evakuasi dan bencana. Bagi para pemudik yang lelah bertarung dengan kemacetan dan cuaca buruk, tenda-tenda BPBD ini bisa menjadi "oase" di tengah jalan.
Baca Juga:Akhir Perjalanan Duo Bandit: Menjarah Laptop Santriwati Tasikmalaya, Berakhir di Balik Jeruji Besi
“Selain difungsikan untuk penanganan cepat jika terjadi bencana, posko-posko ini sangat terbuka untuk dimanfaatkan oleh para pemudik sebagai tempat beristirahat yang aman dan nyaman,” tambah Teten.
Rencananya, seluruh kekuatan 82 posko siaga ini akan beroperasi penuh mendampingi para pemudik mulai 14 Maret hingga arus balik usai pada 28 Maret 2026.
Langkah mitigasi habis-habisan BPBD Jabar ini sejatinya merupakan respons atas peringatan keras dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa perayaan Idulfitri tahun ini tidak akan banyak dihiasi matahari terik.
Sebaliknya, kondisi berawan pekat hingga hujan lebat berpotensi mendominasi langit Jawa Barat dengan curah hujan yang cukup tinggi selama periode mudik Lebaran 2026.
Sebagai langkah antisipasi mandiri, BMKG sangat mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan intuisi saat berkendara. Pemudik diwajibkan terus memperbarui informasi cuaca melalui layanan real-time BMKG yang kini semakin canggih.