- Gubernur Jawa Barat mengalihkan dana sayembara Rp250 juta kepada keluarga korban YTR setelah tersangka Taufik Hidayat berhasil diringkus.
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya pengobatan medis di rumah sakit yang diproyeksikan mencapai Rp1 miliar.
- Pemerintah menjamin kebutuhan ekonomi keluarga agar fokus merawat korban serta mengarahkan donasi publik untuk modal usaha keluarga.
SuaraJabar.id - Penangkapan Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap YTR (29), membawa babak baru yang penuh rasa kemanusiaan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengumumkan keputusan penting mengenai uang sayembara dan keberlangsungan hidup keluarga korban.
Berikut adalah 6 fakta menyentuh di balik penyerahan dana sayembara dan komitmen Pemprov Jabar untuk korban YTR:
1. Hadiah Rp250 Juta Dialihkan untuk Masa Depan Korban
Baca Juga:Siksa Kekasih Berulang Kali di Kosan Bandung, Taufik Hidayat Hanya Terancam 12 Tahun Penjara
Awalnya, Gubernur Dedi Mulyadi menjanjikan hadiah Rp250 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Taufik Hidayat. Karena penangkapan dilakukan oleh jajaran Polda Jabar, secara teknis instansi kepolisianlah pemenangnya.
Namun, Kapolda Jabar secara khusus meminta agar uang tersebut diberikan kepada keluarga YTR sebagai bekal masa depan.
2. Efek Psikologis Sayembara Membuat Pelaku Kebingungan
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pengumuman sayembara tersebut terbukti efektif menekan mental tersangka.
Selama pelariannya, Taufik Hidayat merasa diawasi oleh masyarakat luas, yang membuatnya terus berpindah tempat hingga akhirnya kembali ke Bandung karena kebingungan. Pelaku akhirnya diringkus di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Hadiah Sayembara Rp250 Juta Tak Jadi untuk Penangkap, KDM Alihkan untuk Masa Depan Korban
3. Biaya Pengobatan Ditanggung Sepenuhnya oleh Pemprov Jabar
Masyarakat tidak perlu lagi menggalang donasi khusus untuk biaya rumah sakit. Pemprov Jabar menjamin seluruh pelayanan kesehatan YTR di RS Hasan Sadikin (RSHS) hingga pulih total. Langkah ini merupakan bentuk Authoritativeness (otoritas) pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi korban kekerasan ekstrem.
4. Estimasi Biaya Perawatan Mencapai Rp1 Miliar
Kondisi korban yang mengalami luka berat, termasuk kebutaan dan kerusakan fisik, membutuhkan penanganan medis tingkat tinggi. Gubernur memproyeksikan kebutuhan biaya dalam dua pekan ke depan saja bisa mencapai Rp1 miliar.
"Dana tersebut sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi agar korban mendapat perawatan terbaik," tegas KDM di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026).
5. Jaminan Kelangsungan Hidup Keluarga Korban