- Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran memasang enam instalasi pengolahan air bersih di Kabupaten Fakfak pada Oktober 2026.
- Fasilitas teknologi Water Treatment Plant tersebut berfungsi untuk menyaring dan menaikkan tingkat keasaman air sumur bor warga.
- Pemasangan instalasi ini bertujuan mengatasi persoalan air berbau karat demi meningkatkan kesehatan dan kemandirian masyarakat.
“Banyak rakyat kita yang tidak punya akses kepada air bersih. Mereka harus berjalan dengan susah payah, berkilo-kilo hanya untuk mengambil satu atau dua jerigen air bersih,” ujar Prabowo.
Pengembangan instalasi berbasis hasil riset tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur berbasis riset, data, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rilis resmi pada 26 Agustus 2026.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam Rapat Hasil Reviu TEP 2025 di Jakarta pada 28 April 2026, menekankan pentingnya memaksimalkan dampak penggunaan anggaran pembangunan.
Ke depan, enam instalasi tersebut diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan melalui keterlibatan masyarakat dan koperasi desa. Pengelolaan yang baik menjadi faktor penting agar fasilitas tidak hanya berfungsi saat awal pemasangan, tetapi juga terus memberikan manfaat bagi warga.
Baca Juga:Per 10 Maret 2025, Peserta BPJS Kesehatan Bisa Akses Berbagai Fasilitas Medis Rumah Sakit Unpad
Dengan demikian, kehadiran instalasi pengolahan air di Bomberay–Tomage diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperbaiki akses air bersih, mendukung kesehatan masyarakat, dan mendorong kemandirian pemenuhan kebutuhan air di kawasan transmigrasi Fakfak.