SuaraJabar.id - Warga RT05/05 Kampung Kekupu, Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat dikejutkan dengan temuan mayat laki-laki tanpa identitas. Mayat tak dikenal itu ditemukan Rabu (11/9/2019) pagi sekitar pukul 06.00 oleh sejumlah warga.
Menurut salah seorang saksi, Kurnia Mulyana, ia pertama kali diberitahu para siswa sekolah yang melintas di sekitar Kampung Kekupu.
“Jadi mereka mau berangkat sekolah. Pas lagi melintas bilang ada mayat lagi telungkup di jalan. Selepas itu saya langsung kroscek, ternyata benar," ujar Kurnia.
Warga lain, Yussariawan mengungkapkan, kalau jasad itu ketika ditemukan dalam posisi terlungkup.
“Terus pakai kaos hitam celana bahan panjang hitam. Ada luka di bagian pelipis sebelah kiri, rambut cepak warna hitam beruban," ungkap Yussa.
Ia mengaku tidak mengenal identitas laki-laki yang telah menjadi mayat itu. Namun, kata dia, korban sering melintas di sekitar lokasi.
“Tapi memang sering melintas di sekitar sini (tempat mayat ditemukan). Soal siapa-siapanya gak tahu,” kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Pancoran Mas Kompol Trihardi membenarkan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di Jalan Kampung Kupu.
Sementara terkait penyebab kematian, masih dalam lidik oleh Unit Reskrim dan Tim Identifikasi Polresta Depok.
Baca Juga: Sisa 4 Mayat Tabrakan Maut Tol Cipularang Diduga Berkelamin Wanita
"Iya betul ada mayat. Penyebab kematian masih dalam lidik Unit reskrim dan tim identifikasi Polresta Depok," kata Trihardi kepada Suara.com.
Jasad laki-laki itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan visum.
"Untuk penyeba kematian belum diketahui. Mayat itu ada luka di pelipis mata. Kalau sudah dilakukan visum baru tahu penyebab lukanya. Kalau pengamatan awal tim ident lukanya akibat terbentur ke aspal atau jalanan," pungkasnya.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Puskesmas Cilodong Berikan Obat Kedaluwarsa, Dinkes: Sudah Diberikan Sanksi
-
Lecehkan Wanita dalam Kereta, Pria Depok Jadi Bahan Hujatan
-
Pasien Paru-paru Basah di Depok Diduga Diberi Obat Kedaluwarsa di Puskesmas
-
Contraflow Jalan Arif Rahman Hakim Bikin Macet, Dishub: Ikuti Polres Depok
-
Ini Lima Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK