-
Direktur BUMD Bekasi, Ade Efendi Zarkasih, ditetapkan tersangka dugaan penipuan/penggelapan oleh Polres Metro Bekasi.
-
AEZ tersangka Pasal 378 dan/atau 372 KUHP, namun belum ditahan; kerugian korban diduga mencapai miliaran.
-
Polisi fokus penyidikan menyeluruh kasus AEZ, yang juga sedang diproses hukum di Bekasi Kota dan Kejaksaan.
SuaraJabar.id - Dunia usaha daerah kembali dihebohkan dengan penetapan status tersangka terhadap seorang pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi telah menetapkan Ade Efendi Zarkasih (AEZ), Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana dugaan penipuan dan atau penggelapan.
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Mustofa, mengonfirmasi penetapan status tersebut pada Senin (20/10/2025) di Cikarang.
"Kita sudah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Status AEZ kini sudah tersangka," katanya.
Penetapan status tersangka terhadap AEZ (34) ini tertuang dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP), menindaklanjuti laporan kepolisian dengan nomor register LP/B/3022/XI/2022/SPKT/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.
Lebih lanjut, berdasarkan surat perintah penyidikan nomor SP.Sidik/3186/IX/RES.1.11/2025/Restro Bks tertanggal 16 Oktober 2025 yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Agta Bhuwana Putra selaku penyidik.
Kapolres mengungkapkan bahwa penyidik telah melakukan gelar perkara untuk menetapkan AEZ sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 378 maupun Pasal 372 KUHP.
Peristiwa dugaan tipu gelap ini diduga terjadi pada rentang waktu 25 Maret 2019 hingga 10 September 2021. Lokasi kejadian berada di Kampung Kramat RT 01 RW 05, Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi masih belum menahan AEZ. Kapolres menjelaskan bahwa penyidik masih dalam fase pendalaman perkara.
Baca Juga: Mengurai Benang Kusut Pengangguran Bekasi Lewat Daur Ulang Plastik, Kunci dari Pabrik Hyundai?
"Penahanan belum, itu masih terlalu jauh. Kita fokus dulu pada penyidikan secara menyeluruh," ucapnya.
Begitu pula dengan total kerugian materiil yang dialami korban. Polisi belum dapat memastikan angka pasti, meski nilai kerugian disebut mencapai miliaran rupiah.
"Soal kerugian masih perlu disinkronkan antara keterangan pelapor, tersangka, dan para saksi. Angkanya belum bisa kita pastikan untuk sekarang," kata Mustofa.
Mustofa menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan prosedur hukum yang benar. Sejumlah saksi juga telah diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan agar perkara tersebut terungkap secara jelas.
"Memang si AEZ ini juga sedang diproses di Polres Metro Bekasi Kota. Laporan tersebut dikabarkan telah memasuki tahap satu dan tinggal menunggu proses P21 dari kejaksaan," ungkap Kapolres.
Selain itu, Kejaksaan Kabupaten Bekasi pun menurut informasi sedang memeriksa dugaan kasus lain dengan terlapor yang sama. Meskipun demikian, Kapolres menekankan koordinasi antarlembaga.
Berita Terkait
-
Mengurai Benang Kusut Pengangguran Bekasi Lewat Daur Ulang Plastik, Kunci dari Pabrik Hyundai?
-
Bukan Gantung Diri Biasa, Kejanggalan Brankas Rusak Ungkap Skenario Lain Kematian Sekuriti Bank
-
Misteri Hiu Tutul Raksasa Mati di Bekasi: Tanpa Luka, Apa Penyebabnya?
-
15 Kg Ganja Gagal Edar di Bekasi, Jaringan Narkoba Senilai Rp90 Juta Diringkus Aparat Gabungan
-
Ancaman 15 Tahun Penjara Menanti Tokoh Agama MR di Bekasi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan
-
Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan
-
Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang
-
Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan